Buruknya Pelayanan Pendidikan di Pulo Aceh, Ini Kata Ketua Komisi V

Kota Jantho (MA)- Menyahuti hasil investigasi yang dilakukan oleh Tim Ombusdman RI Perwakilan Aceh pada tanggal 8 hingga 9 Oktober 2019, terkait penyelenggaraan pelayanan pendidikan di SMA Negeri 2 Pulo Aceh sangat memprihatinkan.

“Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar menyambut positif dan sangat berterimakasih sekali atas apa yang disampaikan oleh Kepala Ombusdman RI Perwakilan Aceh, Dr. Taqwadin,” ungkap Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar, Muhibuddin yang juga akrab disapa Ucok, kepada Media mediaaceh.co.id (Media Aceh Group), Kamis 10 Oktober 2019 lalu.

Ucok mengatakan, Komisi V DPRK Aceh Besar akan segera menindaklanjuti hasil temuan tim tersebut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar.

BACA JUGA...  Belajar di Tengah Keterbatasan, Sekolah Terdampak Bencana di Bener Meriah Kembali Dibuka

“Tujuannya adalah, untuk melihat bagaimana penyebaran tenaga pengajar  (guru) dan juga tenaga medis di Pulo Aceh selama ini,” ujarnya.

Menurutnya, pelayanan publik di Pulo Aceh perlu adanya perlakuan khusus. Namun begitu, dia mengharapkan masyarakat untuk dapat pro aktif menyampaikan kepada dewan terkait dengan permasalahan yang terjadi.

“Apabila ada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memang lalai dalam menjalankan tugasnya. Karena sepengetahuan kami mereka telah diberikan tunjangan lebih. Jadi kalau mereka masih main-main dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, maka lebih baik di cabut saja fasilitasnya,” tegas Politisi Partai Golkar ini.

BACA JUGA...  Bupati Aceh Selatan Terima Penghargaa ARC Award 2021

Jika temuan Ombusdman di Pulo Aceh itu dibawah kendali Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, maka pihaknya akan meminta Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar untuk bertanggung jawab atas kinerja buruk dari bawahannya.

“Apabila memang benar hasil penyelidikan tersebut, maka jangan hanya bisa menyalahkan bawahannya saja, tanpa mampu bertanggung jawab atas management di dinas yang dipimpinnya,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengajak para pejabat di jajaran Pemkab Aceh Besar untuk lebih bertanggungjawab terhadap bawahannya.

“Atas nama Komisi V DPRK Aceh Besar, kami akan menyerap seluruh aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dengan memanggil dinas yang bersangkutan untuk meminta penjelasan terkait hal tersebut,” ingatnya.

BACA JUGA...  Yayasan Pinto Aceh Islamic Comitte Kerjasama Dengan Lembaga Malaysia

Lebih lanjut ia juga menambahkan, jika memang Kadis tidak mampu bekerja, maka pihak DPRK Aceh Besar akan merekomendasikan untuk diganti biar pelayanan publik kepada masyarakat menjadi lebih baik kedepannya.

“Demikian juga untuk kasus tenaga medis yang jarang berdinas ke Pulo, juga akan kita tindak lanjuti,” janjinya.

Selain mengingatkan pejabat dinas setempat, Ketua Golkar Aceh Besar ini segera mengirim surat kepada Dinas Pendidikan Aceh.

“Atas buruknya pelayanan pendidikan di SMA Negeri 2 Pulo Aceh, Komisi V DPRK Aceh Besar akan segera menyurati Dinas Pendidikan Provinsi Aceh,”  tutup Ketua Komisi V ini. (Darwin)