Dinas Sosial Ingatkan Penerima Manfaat Tidak Memperjualbelikan Bantuan Pemerintah

Rabu, 7 Agustus 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM melalui Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin (FM), Cut Aja Muzita S.STP., MPST, mengingatkan kepada penerima manfaat untuk tidak memperjualbelikan bantuan yang diberikan oleh pemerintah.

“Jika ketahuan, bantuan yang kita berikan dipindahtangankan dan diperjualbelikan, maka nama yang bersangkutan akan kita evaluasi untuk tidak lagi kita berikan bantuan,” kata Cut Aja saat saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Pelatihan dan Bimbingan Sosial Bagi Keluarga Miskin APBA 2019 kepada 140 penerima manfaat warga Kota Banda Aceh di UPTD RSJN Dinsos Aceh, Selasa 6 Agustus 2019.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh Drs. Muzakir, Kepala Bidang Penanganan FM Dinsos Kota Banda Aceh  Drs. T Naziruddin.

Cut Aja mengatakan, saat meminta bantuan ke pemerintah apapun boleh, tapi setelah diberikan tidak dimanfaatkan atau malah diperjualbelikan, ini yang tidak boleh, tapi harus dimanfaatkan. Kalau ada mesin jahit belajar, minta tolong sama pihak yang bisa.

BACA JUGA...  Pemkab Bener Meriah Luncurkan Anggaran 11.1 Milyar Untuk Kendalikan Ini

“Kita Dinas Sosial tidak mengajarkan skil menjahit, tapi membantu peralatan sebagai modal usaha bapak ibu sebagai bukti nyata bahwa Pemerintah Aceh peduli pada kesejahteraan bapak ibu semua,” tutur Cut  Aja.

Menurut Cut Aja, Pemerintah Aceh saat ini sedang berupaya menekan angka kemiskinan satu persen setiap tahunnya, untuk itu dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan dan khususnya para penerima manfaat bisa keluar dari garis kemiskinan.

Karena itu, kenapa sangat banyak bantuan pemerintah terhadap masayarakat. Tujuannya adalah, untuk pemberdayaan ekonomi, asalkan bantuan yang diberikan dimanfaatkan.

“Tahun ini kita berikan bantuan, dan untuk tahun depan akan kita monitorig dan akan dievaluasi, apakah bantuan itu dimanfaatkan atau tidak, bisa saja setelah kami berikan bantuan ini ternayata diperjualbelikan atau dipindahtangankan itu tidak boleh,” tegas Cut Aja.

BACA JUGA...  Penyidik Kejati Aceh Belum Tetapkan Tersangka Kasus PSR di Aceh Tamiang

Dinas Sosial Aceh telah menyalurkan bantuan UEP ke 22 kabupaten/kota di Aceh, dan hari ini bantuan tersebut diberikan ke warga Kota Banda Aceh yang kurang mampu sebanyak 140 penerima.

“Kami  melihat, walaupun Kota Banda Aceh merupakan ibu kota, tapi masih banyak warganya yang masih membutuhkan bantuan dari pemeritah. Untuk itu, kami berharap semoga bantuan ini dapat meringankan beban bapak-ibu semua sehingga dapat menyekolahkan anak-anak hingga ke tingkat tertinggi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan Dinas Sosial Aceh kepada warga penerima manfaat dan mengharapkan kepada masyarakat dapat memanfaatkan bantuan ini sebaik mungkin.

BACA JUGA...  Final Turnamen SSB di Sabang Nyaris Ricuh

Menurutnya, bantuan ini merupakan kebutuhan sehari-hari. Untuk itu, dia berharap kepada penerima manfaat agar barang yang telah diberikan tersebut tidak diperjualbelikan.

“Di kampung saya ini, ada setelah menerima bantuan datang orang lain yang membutuhkan peralatan lalu dijual dan dilelang.

“Saya ingatkan lagi, agar barang ini untuk tidak dijual kalau ketahuan maka akan kami evaluasi. Selama ini masyarakat selalu bilang bahwa pemerintah kurang perhatian untuk msayarakat, saya rasa bantuan yang diberikan cukup banyak yang telah diberikan,” ungkapnya.

Usai mengikuti pelatihan tersebut, sebanyak 140 warga Kota Banda Aceh yang menjadi penerima manfaat bantuan UEP Dinas Sosial Aceh terdiri dari, bantuan usaha menjahit, bantuan usaha jualan kios, bantuan usaha sol sepatu, bantuan usaha kuliner, bantuan usaha jualan kue, dan bantuan usaha bengkel tambal ban. (Ahmad Fadil/Rel)

Berita Terkait

Kandidat Ketua PWI Aceh NN Sesalkan Indikasi Pembunuhan Karakter 
Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Ketua PSI Persiber Indonesia Audiensi dengan Kadis Pendidikan Aceh
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:13 WIB

Kandidat Ketua PWI Aceh NN Sesalkan Indikasi Pembunuhan Karakter 

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 21:43 WIB

Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Berita Terbaru

Satgas PB Asel melaksanakan gotong royong membersihkan Fasum dan rumah warga di Trumon, Kamis, (5/11/2026).(Foto/mediaaceh.co.id,/istimewa).

MILITER

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:05 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membesuk korban dugaan kekerasan di rumah sakit Pidie.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 Nov 2026 - 19:57 WIB