Tanggapi Pernyataan Azhari Cage, DPP Forkab Aceh: Isu Bendera Digoreng untuk Pencitraan

Sabtu, 3 Agustus 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh menduga, elit Politisi Partai Aceh Azhari Cage, sengaja menggoreng kembali isu bendera yang telah usang untuk mendongkrak popularitas partai demi pencitraan publik.

“Indikasi ini, sudah tidak menjadi rahasia lagi bagi publik, mengingat setiap momentum Azhari Cage selalu mengganti jargon politiknya untuk pencitraan partai,” ungkap Ketua Umum DPP Forkab Aceh, Polem Muda Ahmad Yani, yang juga akrab disapa Polem kepada Media mediaaceh.co.id, Sabtu 3 Agustus 2019 di Banda Aceh.

Forkab membantah isu tersebut. Karena, Plt Dirjen Otonomi Daereh Kemendagri, Drs Akmal Malik, MS.i telah menjelaskan kembali, bahwa keputusan Mendagri tentang pembatalan beberapa pasal dalam Qanun No.3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh sudah terbit lama sekali pada 2016.

“Itu produk lama, kenapa kok muncul sekarang ini. Itu sudah selesai,” kata Akmal Malik menjawab Serambi di Jakarta, Kamis 1 Agustus 2019.

BACA JUGA...  LEPPAMI Aceh Ajak Masyarakat  Tingkatkan Kesadaran Lingkungan

Mencermati manuver yang dimainkan politisi Partai Aceh tersebut, Forkab menilai, isu ini sangat tidak produktif untuk mengedukasi publik, malah akan semakin mempertegang hubungan antara pemerintahan Jakarta dengan pemerintahan Aceh yang ujung-ujungnya akan merugikan masyarakat sendiri di Aceh, karena tidak maksimal dalam menggarap pembangunan, akibat tidak di support lagi dari pemerintahan pusat.

“Untuk itu, Polem sangat menyesali sikap dan trik politik kekanak-kanakan dari politisi partai Aceh, tanpa sedikitpun ketulusan untuk memikirkan nasib rakyat dan masa depan Aceh dimasa mendatang,” sesalnya.

Polem juga mengungkapkan, konteks ini jika ditelusuri secara tajam, maka tidak terlepas dari latar belakang akibat kekalahan demi kekalahan pada pesta demokrasi yang dialami partai yang dinahkodai Azhari, sehingga mengurangi sikap optimis dan progresif dalam menerawang masa depan Aceh. Dikarenakan, daya pengaruh kian melemah.

“Maka sudah sewajarnya diperlukan isu sensasional untuk mengembalikan kepercayaan publik, walaupun ujung ujungnya, masyarakat yang menjadi korban dari Pemberi Harapan Palsu (PHP),” ujarnya.

BACA JUGA...  DPP Forkab Aceh Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Jokowi- Ma'ruf Amin

Oleh karena itu, ia menduga, motif dari menggoreng kembali isu bendera oleh Azhari Cage itu, tidak didasarkan pada niat dan ketulusan untuk memperbaiki nasib rakyat Aceh, melainkan sebuah sarat dibalik motif kedunguan dan kepanikan pasca dirinya gagal lolos ke senayan dan ujung ujungnya hanya untuk menyerang pemerintahan dengan isu tidak komit merawat perdamaian Aceh.

“DPP Forkab Aceh menilai, bahwa statement Azhari Cage tidak lebih dari bentuk sikap kepanikan level tinggi untuk mendongkrak popularitas partainya pasca kekalahan dipilgub tahun 2017 yang lalu, akibat dari merosotnya pengaruh partainya tersebut. Azhari terkesan sedikit panik dan perlu pencitraan dengan isu bendera,” sebut Polem.

Disisi lain, rentetan kekalahan dari Partai Aceh juga terlihat jelas pada pemilu serentak yang digelar pada tahun 2019 lalu. Dimana partai yang pernah berjaya itu, kini kian menelan pil pahit, lantaran tidak bisa mempertahankan perolehan suara partai khususnya di level DPRA.

BACA JUGA...  Miftahul Jannah Mendobrak Aturan Demi mempertahankan Keyakinan

Selain itu, Polem juga menambahkan, masyarakat jangan mau dibodohi terus menerus, dan masyarakat juga harus pintar serta kritis terhadap setiap isu yang dimainkan oleh elit-elit politisi terutama tokoh politisi seperti Azhari Cage, yang lihai melihat momentum untuk bisa berbicara dengan isu dan opini tertentu.

Berdasarkan konteks inilah, Polem menilai, bahwa penyataan Azhari Cage sarat dengan provokatif dan penyebaran Hoax dengan kembali menggoreng isu lama di tengah tengah masyarakat.

“Untuk itu, DPP Forkab Aceh meminta kepada masyarakat, agar lebih jeli dalam melihat konteks dari setiap gorengan isu politik agar tidak terkena PHP oleh politisi karbitan, dengan menggoreng isu bendera bulan bintang, yang malah dapat menciptakan potensi konflik baru di tengah-tengah masyarakat Aceh,” tutup Ketum DPP Forkab Aceh Polem Muda Ahmad Yani. (Ahmad Fadil)

Berita Terkait

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman
Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo
Kapolres Sabang Pimpin Pencarian WN Malaysia Hilang Menyelam
Buaya Muncul, Warga Resah

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:33 WIB

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Selasa, 15 September 2026 - 13:10 WIB

Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 

Senin, 14 September 2026 - 17:32 WIB

APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Senin, 14 September 2026 - 17:05 WIB

Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo

Berita Terbaru

Kondisi jalan di Aceh Selatan saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada Rabu, (16/9).

PERISTIWA

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:33 WIB

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar.

NANGGROE

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:19 WIB

Prosesi pelantikan Rahmatsyah, ST sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bengi oleh Bupati Bener Meriah oleh H. Ir. Tagore AB.

PARLEMENTARIA

Rahmatsyah Resmi Dilantik

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:12 WIB

Lettu (CPM) Surianto sedang memberikan pengarahan dalam rangka penertiban kendaraan dinas militer di Halaman Makodim 0107/Aceh Selatan, Rabu, (16/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

Kodim 0107/Asel Tertibkan Pemakaian Kendaraan 

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:30 WIB

Pelantikan Muhammad Adam, M. Ed sebagai Ketua IKA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe periode 2026–2030, oleh Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, pada Rabu, (16/9).

PENDIDIKAN

Muhammad Adam Pimpin IKA UIN Sultanah Nahrasiyah

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:35 WIB