Mangkraknya Tender Pembangunan Gedung Oncology RSUDZA, LPLA: Banyak “Hantunya”

Sabtu, 3 Agustus 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Pernyataan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSDZA) Banda Aceh beberapa waktu yang lalu, bahwa di ULP Aceh banyak “Hantu” ternyata bukan hanya di ULP Aceh saja, tapi di Rumah Sakit berplat merah ini sumber “Hantunya”.

Hal ini diungkapkan Ketua dan Sekretaris Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA), Nasruddin Bahar dan Delky Nofrizal Qutni kepada media, mediaaceh.co.id, Sabtu 3 Agustus 2019 di Banda Aceh.

Dari hasil monitoring yang dilakukan oleh Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA), penyebab molornya proses tender Pembangunan Gedung Oncology pada RSUDZA, disebabkan adanya persyaratan lelang yang mewajibkan peserta Tender melampirkan Tenaga Ahli Nuklir. Persayaratan Tenaga Ahli Nuklir tersebut, dimasukkan oleh KPA sebagai persyaratan lelang yang tertuang dalam Kerangka Anggaran Kerja KAK.

BACA JUGA...  Ngeri...! Saat Banjir Buaya Berenang di Tengah Kota Singkil

“LPLA menilai, syarat Tenaga Ahli Nuklir yang diwajibkan itu, seperti sengaja untuk mengkondisikan agar proyek tersebut dimenangkan oleh Rekanan yang sudah dipersiapkan, sehingga tidak lagi terjadi persaingan sehat,” kata Nasruddin.

menurutnya, jika pekerjaan Bunker memerlukan tenaga Ahli Nuklir, kenapa KPA tidak memisahkan saja pekerjaan Bunker dengan pekerjaan Konstruksi Bangunan gedung lainnya. Pembangunan Bunker digolongkan pekerjaan Spesialis dengan kode Bidang SP pada Sertifikat Badan Usaha.

BACA JUGA...  Wartawan Kibarkan Merah Putih di Bekas Kesultanan Aceh

“Jika perlu KPA bisa menunjuk langsung untuk pekerjaan Konstruksi Bunker tersebut tanpa tender dan hal itu diatur dalam perpres 16 Tahun 2018 tentang kriteria penunjukan langsung untuk pekerjaan tertentu,” tegas Nasruddin.

Sebagaimana diketahui, setiap tahun selalu terjadi masalah tentang pembangunan gedung di RSUDZA, termasuk Pembangunan 4 (empat) Kamar Ruang Operasi masih belum selesai dikerjakan. Masyarakat sangat gerah melihat permainan antar elit pemerintah, sepertinya antara PA/KPA dengan ULP selaku pelaksana tender, tidak terjadi komunikasi dengan baik yang ujung ujungnya rakyat juga yang ikut merasakan dampak dari kebijakan tersebut.

BACA JUGA...  Lurah Bah Sorma Mengucapkan Terima kasih Kepada TNI

Sementara itu, Sekretaris LPLA, Delky Nofrizal Qutni mengatakan, sudah waktunya kinerja aparatur Pemerintah benar benar berpihak kepada rakyat. “Tanggung jawab moral pejabat di Aceh sangat rendah, seolah olah mereka tidak bersalah dan dengan enteng menjawab” jika gagal tender lakukan tender ulang, jika anggaran tidak terserap dianggarkan lagi pembangunannya tahun depan,”

Berdasarkan hal tersebut, LPLA mendesak Plt Gubernur Aceh untuk mengevalusai kembali kinerja kabinetnya. “Jika benar “Hantu-hantu” yang bergentayangan tersebut ada, maka silahkan tangkap hantunya dan berikan hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku,” tutup Sekretaris LPLA ini. (Ahmad Fadil)

Berita Terkait

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 
Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?
Taufik Jadi Plt Sekda Aceh
Ayah Wa Ajak Masyarakat Aceh Utara Semarakkan Maulidur Rasul 12 Rabiul Awal 1448 H
Ambal Warso Ke-32 : Lestarikan Budaya Jawa
Cot Ba’u Didorong Jadi Destinasi Wisata Budaya
Amzi JMY Pimpin TDA Jakarta Selatan 9.0
Firdaus: Kita Harus Kolaborasi 

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Ayah Wa Ajak Masyarakat Aceh Utara Semarakkan Maulidur Rasul 12 Rabiul Awal 1448 H

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Ambal Warso Ke-32 : Lestarikan Budaya Jawa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Cot Ba’u Didorong Jadi Destinasi Wisata Budaya

Berita Terbaru

POLITIK

Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:16 WIB

Nelayan Pesisir Asel  Deklarasikan Penjagaan Laut.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

LINTAS BARAT - SELATAN

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:05 WIB

PEMERINTAHAN

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agu 2026 - 20:45 WIB

PENDIDIKAN

Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul

Senin, 24 Agu 2026 - 20:31 WIB