Ketua Garda Pemuda Irwandi-Nova Tuding Pemerintah Aceh “Mandul”

Minggu, 21 Juli 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Ibarat pasangan muda yang cepat nikah namun hingga 7 masa tak kunjung memiliki keturunan, kemudian sang suami melemparkan wacana poligami sebagai solusi agar memiliki anak. Tanpa melakukan konsultasi terlebih dahulu, apa penyebab kemandulan itu kepada dokter spesialis bukan malah ke dokter gadungan.

Mirisnya lagi, sudah mandul pakai KB. Begitulah perumpamaan Pemerintah Aceh saat ini di bawah kepemimpinan Plt Gubernur Nova Iriansyah.

Perumpamaan itu, diungkapkan oleh Ketua Garda Pemuda Irwandi-Nova Aceh Besar, Fahrizal kepada media mediaaceh.co.id, Minggu 21 Juli 2019.

Ia menyebutkan, isu poligami yang berhembus hangat akhir-akhir ini, seakan sebagai pengalihan tentang penyakit “kemandulan” yang kini tengah didera oleh Pemerintah Aceh.

Fahrizal juga mengatakan, setelah 7 bulan lamanya APBA 2019 disahkan terhitung sejak Desember 2018, nyatanya per 15 Juli 2019 baru 29,5 persen atau jika dirata-ratakan serapan anggaran hanya sekitar 4,21 persen per bulannya. “Telisik punya telisik, ternyata sekitar Rp 2 T APBA tak bisa digunakan tahun ini karena berbenturan dengan aturan penggunaan anggaran yang disebabkan angin segar berbau kecorobohan dan sikap kueh yang terjadi ketika pembahasan APBA super cepat pada Desember 2018,” katanya.

BACA JUGA...  Wabup Fauzi Yusuf Letakan Batu Pertama Masjid Baitussalam

Pada tahun 2018 lalu, kata Fahrizal, Aceh juga telah mengalami Silpa mencapai 3,4 T yang berdampak kepada terhambatnya pembangunan, jika dulu dalihnya pergub, kali ini dalihnya e-planning, besok entah apalagi. “Peu payah that pajoh boh itek ijo? (Apa susahnya makan telor bebek),” cetusnya mengaku geram.

Kepada media ini, Fahrizal juga menyebutkan, dengan kondisi Aceh hari ini yang memiliki anggaran melimpah, pemerintah hendaknya mampu lebih bijak dalam mengelola anggaran. “Maka sangat wajar rasanya, jika masyarakat menilai bahwa pemerintah Aceh sedang mengidap penyakit mandul. Sayangnya sudah mandul pakai KB lagi, sudah tak ada terobosan pake dalih aturan penghambat lagi,” imbuhya.

BACA JUGA...  Jokowi: Pers Masih Dibutuhkan

Seharusnya, Pemerintah Aceh bisa konsultasi segera kepada Mendagri. Biar kita tahu mandulnya itu karena kurang subur atau karena penyakit, ataupun gara-gara terlalu banyak konsumsi pil KB, ini perlu dicari tau. Kalau memang ada penyakit di tubuh pemerintah Aceh, maka harus segera diobati sebelum kronis.

“Mana tau memang ada persekongkolan jahat dengan menyandang penyakit kueh, maka yang jadi penyakit harus sudah dibuang dari tubuh pemerintah Aceh, bukan malah dipelihara dan dibiarkan menjadi-jadi, makanya perlu dilakukan evaluasi,” ujarnya.

Menurut Fahrizal, jika kita lihat, 15 program unggulan pemerintahan Aceh Hebat, kini seakan hanya tinggal janji bahkan pajangan semata, dimana sesekali kembali dipamerkan dalam bentuk promosi, padahal nyatanya publik tak melihat dan merasakan adanya terobosan nyata.

BACA JUGA...  RSUD-YA Belum Mampu Urai 1.000 Antrian Pasien, Kurangi Porsi Obat Hingga 75 Persen

“Jangan lupa ekpetasi mananti program kerja 100 hari sudah berjalan sekitar 2000 hari, ini patut dipertanyakan. Sebagai relawan garda Irwandi-Nova, kami akan terus mengawal kinerja ke pemimpinan Irwandi-Nova. Pakat lage kheun pubut lage na,” tandasnya.

Selain itu, Fahrizal juga menambahkan, jika Nova Iriansyah merasa terlalu berat menjalankan pemerintahanan sendiri, maka langkah tepat yang harus dilakukan adalah konsultasi “duk pakat/ musyawarah bersama”

“Sebagai pimpinan tertinggi di Pemerintah Aceh kami sarankan pak Nova harus sering mawas diri, yang memelihara orang-orang tak becus di tubuh pemerintahan, hanya karena laporan asal bapak senang yang selama ini disenandungkan,” pungkas Ketua Garda Pemuda Irwandi-Nova ini. (Ahmad Fadil)

Berita Terkait

Ayah Wa Tunjuk Zulfikar Sebagai Direktur Utama PT Bina Usaha
Ayah Wa Serukan Menjaga Amanah Indatu
800 Tahun Samudera Pasai, Ayah Wa: Jika Tak Bisa Lebih Baik, Jangan Kurangi Warisan Indatu
Pidie Jaya Cetak Ratusan Wirausaha Lewat TMT Batch IX 
Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang
Ayah Wa Tinjau Kesiapan Anjungan Budaya Jelang Milad Ke-800 Aceh Utara
Wagub Aceh Raih Penghargaan Penguat Ekonomi Syariah
Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:52 WIB

Ayah Wa Tunjuk Zulfikar Sebagai Direktur Utama PT Bina Usaha

Senin, 7 September 2026 - 20:31 WIB

Ayah Wa Serukan Menjaga Amanah Indatu

Senin, 7 September 2026 - 20:09 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Ayah Wa: Jika Tak Bisa Lebih Baik, Jangan Kurangi Warisan Indatu

Senin, 7 September 2026 - 19:50 WIB

Pidie Jaya Cetak Ratusan Wirausaha Lewat TMT Batch IX 

Senin, 7 September 2026 - 14:30 WIB

Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM saat melantik Direktur Utama PT Bina Usaha dan jajaran Komisaris.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Tunjuk Zulfikar Sebagai Direktur Utama PT Bina Usaha

Selasa, 8 Sep 2026 - 09:52 WIB

PERISTIWA

SPS Aceh Berduka, CEO Kabar Aceh Dedi Rahman Berpulang

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:38 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membaca pesan dan pidato pada Milad Samudra Pasai dan Aceh Utara ke-800 tahun

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Serukan Menjaga Amanah Indatu

Senin, 7 Sep 2026 - 20:31 WIB

PEMERINTAHAN

Pidie Jaya Cetak Ratusan Wirausaha Lewat TMT Batch IX 

Senin, 7 Sep 2026 - 19:50 WIB