Siswa Yatim SMK Terharu Bisa Ikut Pelatihan Mobile Training Unit

Sabtu, 29 September 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | Dinas Pendidikan Aceh kembali melanjutkan program pelatihan keliling Mobil Training Unit (MTU) bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).Bahkan, kehadiran truk kontrainer yang didalamnya berisikan alat praktik membuat siswa-siswi Yatim terharu karena berkesempatan mengikuti pelatihan tersebut.

Seperti halnya disampaikan Nur Ifdayani, siswi Kelas X Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMK Negeri 2 Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Selasa (25/09/2018).

Ia mengaku terharu dan senang atas kehadiran alat praktik Mobil Training Unit (MTU)-1 bantuan Swiss Contact yang didatangkan oleh Dinas Pendidikan Aceh ke sekolah tempat ia mengenyam pendidikan selama beberapa hari.

“Tentunya saya senang dan terharu karena alat praktik MTU bisa datang ke sekolah ini.Apalagi, kita langsung dapat mengenal dan mengetahui alat praktik yang selama ini belum ada di sekolah,” ujar Nur Ipdayani didampingi teman sekelasnya Irvan Armansyah.

Sekedar informasi, selain untuk SMK baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat, sasaran program pelatihan keliling Mobil Training Unit (MTU) ini juga  untuk SMK Swasta di Dayah di Aceh.

Bagi Nur Ifdayani, dipilihnya jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), lantaran dirinya mempunyai cita-cita besar yaitu kelak nantinya mengikuti jejak sukses yang pernah diraih desainer hebat lainnya.

“Saya memilih jurusan ini karena mempunyai cita-cita kelak nantinya untuk dapat membangun rumah untuk sang orang tua (Ibunda), karena ayah telah tiada (meninggal),” ucapnya dengan mata sedikit berkaca-kaca.

BACA JUGA...  Komisi V DPR Aceh Dukung Program Magang Guru SMK ke Luar Negeri

Tekad Nur Ifdayani ini menjadi salah satu gambaran betapa masih ada anak yang memiliki cita-cita mulia. Dibayang-bayangi perasaan trauma atas kehilangan sang ayahanda yang meninggal beberapa waktu lalu, tidak menyurutkan semangatnya untuk meraih cita-cita sebagai desainer sukses.

“Saya akan terus belajar untuk menggapai kesuksesan yang saya cita-citakan ini.Karena itu, saya menganggap pelatihan yang difasilitasi oleh pihak Dinas Pendidikan Aceh ini sangat berguna dan perlu dilanjutkan secara terus menerus,” kata Nur Ipdayani penuh semangat.

Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Teuku Miftahuddin, M.Pd, melalui Kasi Kurikulum Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Dr. Asbaruddin, MM, M.Eng, menjelaskan, edutechnoprenuer Islami yang ditetapkan dalam kurikulum Aceh berbasis teknologi dan kewirausahaan yang Islami.

“Salah satu daya dukungnya adalah mobil training unit atau unit pelatihan bergerak.Nah, MTU ini bertugas menjelajahi  seluruh SMK yang ada di Aceh. Hasil yang diharapkan adalah lulusan SMK yang mampu menguasai teknologi, sehingga mampu bersaing mendapatkan pekerjaan dan mampu berwirausaha dan berkarakter Islami, hal ini sesuai konsep Eduteknoprenier Islami,” terang Dr. Asbaruddin, MM, M.Eng.

Segala upaya  peningkatkan kompetensi keahlian bagi peserta didik di SMK yang islami terus dilakukan Dinas Pendidikan Aceh. Salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan mengembangkan kurikulum nasional menjadi kurikulum Eduteknoprenuer Islami.

Ia menyebutkan, MTU yang berisikan 12 set alat praktik kompetensi keahlian dilengkapi teknisi dan instruktur profesional yang mampu melatih siswa memproduksi barang dan jasa serta memberi bekal bagaimana membuka usaha baru.

BACA JUGA...  SMKN Taman Fajar Aceh Timur Rebut Juara

“Hakikatnya ialah untuk mewujudkan visi dan misi Pemerintah Aceh bidang pendidikan yaitu Aceh Carong,” sebutnya.

Ia menyebutkan, pada tahun 2018 ini MTU sedang dan telah turun ke  20 SMK dengan 80 kompetensi keahlian yang dikelola oleh Pemerintah Aceh dan masyarakat serta 10 SMK Swasta dengan 30 kompetensi keahlian di lingkup Dayah di seluruh Aceh.

“Pelatihan ini dibagi dalam 10 angkatan, dan telah berlangsung  hingga 31 Oktober 2018 mendatang. Hal ini sehubungan diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC), untuk itu kita terus memotivasi semua pihak guna mempersiapkan tenaga kerja siap pakai  untuk mengantisipasi peningkatan mobilisasi tenaga kerja antar Negara ASEAN,” sebutnya menjelaskan.

Menurutnya, hal ini sebagai salah satu upaya Pemerintah Aceh yang harus dilakukan dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia(SDM) yang mampu membuka usaha baru dan mampu bersaing dalam mendapatkan pekerjaan.

“Intinya, SDM yang dipersiapkan haruslah benar-benar qualified dan sertificated sehingga bisa bersaing dengan SDM dari negara-negara ASEAN dan negara lainnya. Strategi mengahadapi MEA sangat diperlukan, terutama di bidang pemberdayaan pengembangan SDM terampil,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, Elimination of Non-Tariff Barriers dan Single Window mengakibatkan tenaga kerja dari luar negeri lebih mudah bermigrasi ke Indonesia. “Mereka (tenaga kerja asing) yang memiliki keahlian di atas keahlian SDM Indonesia, tentu akan sulit bagi tenaga kerja Indonesia mendapat  pekerjaan di perusahaan yang ada di Indonesia jika hal ini tidak diantisipasi secepat mungkin,” terangnya.

BACA JUGA...  Bicara Mutu Pendidikan di Aceh harus Multilinear dan Komprehensif

Hal ini, katanya lagi tentu saja didasarkan pada keyakinan atas manfaatnya yang secara konseptual meningkatkan partumbuhan ekonomi dikawasan ASEAN. “Dan yang paling diprioritaskan oleh pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan peluang tersebut adalah dengan meningkatkan pemberdayaan potensi yang dimiliki, salah satunya adalah pemberdayaan SMK,” katanya lagi.

Ia juga menyampaikan bahwa, Pemerintah Aceh senantiasa memotivasi SMK memiliki lembaga sertifikasi profesi pihak pertama (LSP P1) agar tamatan SMK Aceh tidak hanya mendapatkan ijazah tapi juga sertifikat kompetensi keahlian sehingga dapat diakui di dunia usaha/industri dan mampu berkompetisi menembus pasar tenaga kerja tingkat nasional dan Internasional.

“Model program pelatihan Mobile Traininng Unit (MTU) adalah mendidik, dan melatih siswa SMK supaya mampu membuka usaha baru dan  dapat bersaing dunia industri.

Tiga unit MTU yang ditempatkan di SMK memiliki keunggulan yang berbeda. MTU 1 berisi peralatan pendukung jurusan Teknik Bangunan dengan Kompetensi Keahlian Briclaying, Cabinet Making, Joinary, Plumbing.

MTU 2: digunakan untuk medukung jurusan Teknik Elektro dengan Kompetensi Keahlian Elektronika, Listrik Instalasi, Multimedia dan Teknik Informatika.

MTU 3: digunakan untuk medukung jurusan Teknik Otomotif dengan Kompetensi Keahlian Teknik Kenderaan Ringan, Outboat Motor/Motor Tempel, Teknik Pengelasan.[ADV]

Berita Terkait

Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 
Dipapah Anak, Mantan Kontributor Metro TV Tetap Ikuti Uji Kompetensi Wartawan
HUT RI dan Maulid Nabi Jadi Momentum, SPS Aceh–Pikiran Rakyat Teguhkan Integritas Pers
Jamah MTH Hadiri Milad Ke-13 dan Haul Ke-4 Alm Rizky Adiguna 
Masjid : Butuh Uluran Tangan Dermawan
SPS Aceh Bersama Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh
Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul
KKN Kelompok 24 Ubah Lahan Kosong Jadi Lahan Produktif
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:58 WIB

Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:11 WIB

Dipapah Anak, Mantan Kontributor Metro TV Tetap Ikuti Uji Kompetensi Wartawan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:56 WIB

HUT RI dan Maulid Nabi Jadi Momentum, SPS Aceh–Pikiran Rakyat Teguhkan Integritas Pers

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Jamah MTH Hadiri Milad Ke-13 dan Haul Ke-4 Alm Rizky Adiguna 

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Masjid : Butuh Uluran Tangan Dermawan

Berita Terbaru

MILITER

TNI Padamkan Api 

Minggu, 30 Agu 2026 - 22:44 WIB

PEMERINTAHAN

Pemkab Aceh Barat Terima Penghargaan Serambi Award 2026

Minggu, 30 Agu 2026 - 17:35 WIB

Foto bersama penguji, peserta dan panitia usai acara penutupan UKW SPS Aceh-PR, Sabtu, 29 Agustus 2026

PENDIDIKAN

Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 

Minggu, 30 Agu 2026 - 00:58 WIB