“Kondisi masyarakat termasuk kami semakin memprihatinkan. Banjir belum ada tanda-tanda surut,” kata Saiful Alam, Wartawan Theacehpost.com.
Laporan serupa juga disampaikan Muhammad Hendra Vramenia dari Media KabarTamiang.com.
“Rumah saya sudah tenggelam. Sudah empat hari saya dan keluarga mengungsi. Titik pengungsian berpindah-pindah karena banjir terus meluas,” lapor Hendra yang tinggal di Dusun Bahagia, Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Data sementara yang dihimpun PWI Aceh dari wartawan di lapangan, khususnya di Aceh Tamiang tercatat tidak kurang 26 wartawan berbagai media dan organisasi pers menjadi korban.
“Update terus kami lakukan karena dipastikan jumlah korban terus bertambah dan bisa jadi ada wartawan yang belum terdata,” kata Ketua PWI Aceh.
Nama wartawan yang jadi korban banjir di Aceh Tamiang: 1. Muhammad Hendra Vramenia (KabarTamiang.com); 2. Abdul Karim (Harian PikiranSumut); 3. Amnurdani (Harian9.com); 4. Suparmin (TamiangNews.com); 5. Saiful Alam (Theacehpost.comAtjehpost.com);6. Erwan (BernasAceh); 7. Syawaluddin (atjehdaily.id/mediaaceh.co.id); 8. Rahmad Wiguna (Serambi Indonesia); 9. Abd Rozzaq Mubaraq (TVRI); 10. Muhammad Hanafiah (Hr. Waspada); 11. Alyandi; 12. Dedi Mulyadi; 13. Lili Suhemi; 14. Muharam; 15. Nasir El Syahrini; 16. Zulfadli Iyoeng; 17. Tarmizi Puteh; 18. Zulherman Yongchek; 19. Nanda; 20. Sayuti; 21. Afrizal; 22. Yoga; 23. Zulkarnaen; 24. Burhanuddin; 25. Rotua dan 26. Hendra.




