Warga Nagrak minta PT KJA tak Rebut Tanah Masyarakat

Kamis, 18 Juli 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak satu unit alat millik PT.KJA sedang membersihkan lahan yang diduga milik warga Nagrak, Bogor Jawa Barat, Kamis, 18 Juli 2019. Foto: Ruddi.

Tampak satu unit alat millik PT.KJA sedang membersihkan lahan yang diduga milik warga Nagrak, Bogor Jawa Barat, Kamis, 18 Juli 2019. Foto: Ruddi.

Bogor (ADC) – Warga Nagrak Kabupaten Bogor, Jawa Barat meminta agar PT.KJA tidak memaksakan diri untuk menerobos tanah warga. Tanah yang diterobos dan mulai dibersikan oleh perusahaan tersebut, diakui tanah milik masyarakat dan memiliki bukti hak yang sah berupa sertifikat dan tanah tersebut belum pernah diperjual- belikan oleh pemiliknya.

Yance salah seorang warga Desa Nagrak, menyebutkan tanah tersebut bersertifikat nomor 74 dan nomor 75 tahun 1972 dan tidak pernah menjual tanah itu kepada pihak perusahaan PT.KJA, namun kini tanah tersebut sudah diserobot oleh perusahaan tersebut dengan dalih telah mejadi milik perusahaan dimaksud.

BACA JUGA...  Tiga kali Mangkir RDP, PT Rapala Lecehkan Lembaga DPRK

“Kami atas nama Rakyat Desa Nagrak akan mempertahankan Hak kami dan Milik Kami yg akan di ambil dan diRampas oleh PT. KJA tersebut,” kata Yance kepada wartawan media ini, Kamis, 18 Juli 2019.

Yance juga menyebutkan, bahwa pihaknya telah melaporkan permasalahan itu kepada pihak berwajib, mengingat tanah dimaksud masih secara utuh menjadi milik warga. Meski, oleh perusahaan tersebut memgaku telah mendapat hak garap.

BACA JUGA...  Polres Bener Meriah Gelar Upacara HKN ke-117

“Pendozeran yang dilakukan oleh Salah Satu Pihak Perusahaan terbatas yang mengklaim bahwa Tanah tersebut sudah menjadi miliknya adalah bohong, dan kami tidak pernah menjual kepada PT manapun apalagi memberikan izin untuk menggarap tanah tersebut,” tegas Yance lagi.

Diharapkan, perusahaan dimaksud tidak terus memaksa menerobos tanah warga, sebab warga tidak akan mundur dan tatap mempertahankan tanah miliknya.

BACA JUGA...  Laka di Jalan Tol, 3 Orang Dekat Bupati Pidie Meninggal

” Kami sedang berjuang untuk dapat mengembalikan statusnya baik melalui laporan polisi yang sudah kami buat maupun lewat pengadilan,” demikian tegas Yance atas nama warga Nagrak. (Red/Ruddi)

Berita Terkait

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga
Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026
Diduga Korupsi DD Rp. 800 Juta Lebih, Keuchik di Kluet Utara Ditahan Polisi 
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Lima Hari Banjir di Aceh Selatan, Ratusan Korban Masih Mengungsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:05 WIB

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 21:43 WIB

Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026

Rabu, 4 November 2026 - 14:28 WIB

Diduga Korupsi DD Rp. 800 Juta Lebih, Keuchik di Kluet Utara Ditahan Polisi 

Berita Terbaru

Satgas PB Asel melaksanakan gotong royong membersihkan Fasum dan rumah warga di Trumon, Kamis, (5/11/2026).(Foto/mediaaceh.co.id,/istimewa).

MILITER

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:05 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membesuk korban dugaan kekerasan di rumah sakit Pidie.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 Nov 2026 - 19:57 WIB