Namun demikian, di tengah capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Kota Sabang justru mengalami kontraksi sebesar 11,54 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya dampak bencana hidrometeorologi serta keterbatasan kapasitas fiskal daerah.

“Penurunan ini menjadi catatan bagi pemerintah untuk melakukan upaya yang lebih komprehensif dalam peningkatan pendapatan demi mendorong pertumbuhan ekonomi,” lanjut isi pidato tersebut.
Disisi pendapatan, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 60,54 persen dari target yang ditetapkan. Meski belum maksimal, Capaian tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan realisasi tahun 2024.
Pemerintah Kota Sabang juga mencatat sejumlah penghargaan di tingkat provinsi dan nasional sebagai bagian dari capaian kinerja sepanjang tahun 2025.
Selanjutnya, DPRK Sabang akan membahas LKPJ tersebut melalui panitia khusus untuk menghasilkan rekomendasi sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan pemerintahan daerah ke depan. (Jalaluddin Zky)




