Waduh…Baru Selesai Dibangun Jembatan Dermaga Apung Ambruk

Jumat, 5 Januari 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sabang (ADC) – Memang pembangunan sekarang ini tidak lagi diutamakan kualitas, yang penting proyek berjalan keuntungan didapat. Seperti yang terjadi di Sabang, jembatan dermaga apung baru selesai dibangun kini ambruk.

Jembatan dermaga apung yang ambruk tersebut, berada di tepi laut Karantina jalan perkapalan kota Sabang. Menurut informasi dari sejumlah sumber bahawasanya, jembatan dernaga apung itu proyek milik BPKS.

Masih menurut sumber jembatan dermaga apung dimaksud, baru saja selesai dibangun beberapa hari lalu namun sayangnya, kini jembatan dermaga apung yang menjadi lokasi rekreasi rakyat itu ambruk.

BACA JUGA...  Cegah Calo Nomor Antri, Sistim Registrasi Online Pasien RSUDZA Diresmikan

Biasanya pada setiap sore hari di dermaga apung itu ramai anak-anak dan remaja mandi serta berenang. “Untungnya saat jembatan ambruk lokasi lagi tidak ada manusia karena ambruknya pada malam hari,” kata sumber Jumat (05/01) di Sabang

Andai saja kejadian ambruknya pada saat anak-anak sedang bermain dan memakan korban, siapa yang akan bertangggung jawab pasalnya, di lokasi itu tidak ada petugas keselamatan pantai dan juga tidak ada alat pengaman bagi pengunjung.

BACA JUGA...  Milad AM Ke 41, Doa Bersama Di Moen Panah

Dikabarkan, proyek yang baru selesai dibangun dan tidak diketui nilai anggarannya itu, merupakan proyek milik Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) yang dikerjakan rekanan bermata sipit.

Sementara itu sebelumnya kepala pelabuhan BPKS Zulkarnaien saat dikonfrmasi awak media melalui telefon selularnya mengatakan, terkait proyek dermaga apung bukan wilayah kewenangan bagian unit manajemen kepelabuhan BPKS.

BACA JUGA...  MaTA Desak APH Usut Bangunan Irigasi Sigulai Senilai Rp 174,2 Miliar

Tetapi proyek tersebut merupakan tambah Wak Nen (nama sapaan sehari-hari zulkarnain), sebagai proyek wilayah kerja bagian fungsional., terangnya.

Untuk lebih hati-hati dan bertanggung jawab sebaiknya, penegak hukum perlu turun tangan agar siapapun dia tidak semena-mena merancangkan proyek dan juga pihak rekanan tidak lepas tangan.(Jalal)

Berita Terkait

80 Tahun SPS, Nasir Djamil Kembali Masuk Daftar Penerima Penghargaan
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan
Teuku Iskandar Nahkodai ORARI Bener Meriah
Bella Olivia dan Fahdi Menikah, Perpaduan Adat Jawa-Mandailing Warnai Pesta Anto Genk
Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur
Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
Firdaus Diberhentikan dari Anggota PWI
Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:50 WIB

80 Tahun SPS, Nasir Djamil Kembali Masuk Daftar Penerima Penghargaan

Minggu, 1 November 2026 - 20:54 WIB

Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Minggu, 1 November 2026 - 17:51 WIB

Teuku Iskandar Nahkodai ORARI Bener Meriah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Bella Olivia dan Fahdi Menikah, Perpaduan Adat Jawa-Mandailing Warnai Pesta Anto Genk

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Teuku Iskandar Nahkodai ORARI Bener Meriah

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:51 WIB