MaTA Desak APH Usut Bangunan Irigasi Sigulai Senilai Rp 174,2 Miliar

SIMEULUE ( MA) – Sejak dibangun, Irigasi Sigulai di Kecamatan Simeulue Barat yang bersumber dari Anggaran Multiyears APBA Aceh tahun 2020, 2021 dan 2022 hingga kini tidak berfungsi dan belum bisa dimanfaatkan ribuan petani di 8 Desa yang ada di Kecamatan Simeulue Barat, Simeulue – Aceh.

Bangunan irigasi yang sebelumnya tampak kokoh itu kini mulai rapuh dan tidak berguna. Di sejumlah titik saluran airnya tampak hancur, retak dan bahkan terputus. Akibatnya, anggaran Rp 174,2 Miliar yang digunakan untuk irigasi sigulai dianggap sia-sia, merugikan ribuan petani dan berpotensi merugikan keuangan Negara.

BACA JUGA...  BPKS Optimis Ciptakan Pelabuhan Penyeberangan Modern

Proyek prestisius senilai Rp 174.225.434.000,- dimenangkan oleh PT. Perapen Prima Mandiri dengan nomor kontrak: KU.602/KPA-IRP/2103/2020.

Semula proyek ini rancang untuk membangun 1 unit bendung, saluran primer dan sekunder sepanjang 30,5 Km beserta bangunan pelengkapnya. Dan direncanakan akan mengairi sekitar 1.983 Hektar areal persawahan di Kabupaten Simeulue. Namun, rencana Pemerintah Aceh gagal setelah proyek tersebut tidak dapat berfungsi sejak dibangun.

BACA JUGA...  Kodim Aceh Utara Gandeng BRI Bangun Rumah Tidak Layak Huni

Menanggapi hal itu, Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian yang turut dihubungi Gumpalannews.com mengaku terkejut dengan tidak berfungsinya Irigasi Sigulai yang telah menelan biaya Rp 174,2 Miliar.