Ratusan Guru dan Kepala Sekolah Ikuti Seminar Pendidikan Nasional

Senin, 20 Mei 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Sebanyak 300 ratusan guru dan puluhan kepala sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA yang ada di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Senin 20 Mei 2019, mengikuti seminar hari pendidikan nasional yang mengusung tema “Memajukan Pendidikan Menguatkan Dinul Islam Menuju Aceh Caroeng“ bertempat di Aula Dinas Pendidikan Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd dalam pidato pembukaan menyampaikan, program “Aceh Carong” menekankan kepada prestasi pendidikan Aceh di tingkat nasional. Di mana, strategi yang ditempuh untuk meningkatkan prestasi tersebut harus melalui perbaikan fasilitas pendidikan, kualitas guru, peningkatan system, dan peningkatan prestasi di bidang pendidikan.

“Semua pihak harus mendukung program Aceh Carong, karena ini merupakan program Pemerintah Aceh. Program Aceh Carong merupakan salah satu misi dari Gubernur Irwandi yang terbungkus dalam visi Aceh Hebat,” ujarnya.

BACA JUGA...  Ketua Fraksi Pilkada Aceh Ajak Seluruh Elemen Akhiri Polemik Pilkada Aceh 

Syaridin menambahkan tujuan program ini adalah, untuk menghasilkan anak Aceh yang memiliki daya saing sehingga mampu mengukir prestasi yang membanggakan baik di tingkat regional maupun nasional dan bahkan internasional.

“Program Aceh Carong haruslah dapat melahirkan siswa-siswi yang memiliki kualifikasi terbaik lahir batin, berkarakter, memiliki mental juang tinggi dan ber-akhlaqul karimah. Selain penguatan bersifat soft skill, program Aceh Carong juga harus dapat mencetak siswa-siswi yang memiliki keahlian dan keterampilan baik keterampilan di bidang umum maupun bidang khusus,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga merincikan beberapa capaian prestasi yang telah ditorehkan selama dirinya menjabat Kadisdik Aceh, yaitu menjuarai pemilihan GTK terbanyak di tingkat nasional, Aceh menjadi daerah terbaik pelaksanaan UNBK 100 persen, masuknya Aceh sebagai lima besar yang terbanyak meluluskan siswa untuk SNMPTN 2019, terjadinya peningkatan nilai UN seluruh Aceh yang sangat signifikan, serta 34 siswa mendapatkan nilai 100 pada mata pelajaran yang di UN kan,” pungkasnya.

BACA JUGA...  Hampir 40 Tahun Berkarya, Bernadus Wilson Lumi Raih ‘Press Card Number One’

Sementara itu, Direktur Pembinaan SMA, Kemdikbud, Drs. Purwadi Sutanto, M.Si mengatakan, selain sebagai salah satu penentu kelulusan, Ujian Nasional (UN) juga dimanfaatkan untuk tiga hal lainnya, yaitu pemetaan, seleksi ke jenjang yang lebih tinggi, dan untuk pemberian bantuan atau afirmasi ke daerah.

“UN dijadikan sebagai standar nasional dalam melakukan pemetaan terhadap mutu sekolah seperti halnya delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Memang dalam mutu, satu sekolah itu berbeda mutunya dengan yang lain. Oleh sebab itu UN sangat penting untuk mengetahui apakah sekolah itu sudah memenuhi standar nasional atau tidak,” ujarnya.

Purwadi juga menjelaskan, setelah hasil UN keluar, semua sekolah mendapatkan semacam rapor yang memperlihatkan mutu sekolah tersebut dengan melihat perolehan nilai siswanya dalam UN. Rekapitulasi nilai UN setiap sekolah tidak hanya sampai pada mata pelajaran, tetapi sampai pada sub kompetensi mata pelajaran.

BACA JUGA...  Bau Menyengat dari Pengeboran Sumur Minyak di Gampong Meudang Ara Mengganggu Warga

“Karena itu ia menegaskan sekali lagi, UN sangat penting untuk dilaksanakan karena hasilnya bisa dijadikan sebagai pemetaan dan evaluasi sekolah. Maka dengan begitu, sekolah bisa memiliki potret dirinya, dan mengukur mutu sekolahnya, sehingga bisa memperbaiki diri sesuai pemetaan dari hasil UN,” jelas Purwadi.

Kegiatan seminar tersebut, turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Saminan, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar, Silahuddin, Sekretaris Disdik Aceh, Muslem Yacob, M.Pd, para kabid serta kasi/Kasubbag Dinas Pendidikan Aceh.

Sedangkan para pemateri seminar pendidikan nasional yaitu, akademisi UIN Ar Raniry, Fuad Mardhatillah, Duta sains P4TK IPA Bandung, Mira Fitriana, Kepala SMAN 3 Banda Aceh, Syarwan Joni, Tenaga Ahli Disdik Aceh, Aziz Hamzah. (Ahmad Fadil/Rel)

Berita Terkait

Kandidat Ketua PWI Aceh NN Sesalkan Indikasi Pembunuhan Karakter 
Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Ketua PSI Persiber Indonesia Audiensi dengan Kadis Pendidikan Aceh
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:13 WIB

Kandidat Ketua PWI Aceh NN Sesalkan Indikasi Pembunuhan Karakter 

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 21:43 WIB

Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Berita Terbaru

Satgas PB Asel melaksanakan gotong royong membersihkan Fasum dan rumah warga di Trumon, Kamis, (5/11/2026).(Foto/mediaaceh.co.id,/istimewa).

MILITER

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:05 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membesuk korban dugaan kekerasan di rumah sakit Pidie.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 Nov 2026 - 19:57 WIB