Puluhan Pelaku UMKM Aceh Besar Mengikuti FGD 

Selasa, 20 September 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta UMKM Aceh Besar.

Peserta UMKM Aceh Besar.

ACEH BESAR, MEDIAACEH.CO.ID – Puluhan Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Aceh Besar mengikuti FGD terkait Dampak dari Pengalihan Subsidi BBM terhadap produktivitas usaha. Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kebijakan politik tersebut digelar The Aceh Foundation di Barika Kedai Kupi, Lambaro, Ingin Jaya, Selasa 20 September 2022.

Ketua DPRK Aceh Besar Iskandar Ali,S.Pd., M.Si, mengatakan Pencabutan dan pengalihan BBM subsidi yang dilakukan pemerintah tentu sudah dilakukan pengkajian terlebih dahulu melalui data dan fakta.

“Adapun, BBM subsidi yang digunakan telah memberatkan APBN, sehingga berbeda dengan harapan masyarakat yang menginginkan BBM dapat digratiskan pemerintah. Sebenarnya masyarakat jika bisa BBM gratis, tapi kan terlalu murah saja tidak mungkin untuk saat ini,” ujar Ketua DPRK dari PAN tersebut.

Menurutnya, UMKM merupakan garda terdepan dan terakhir dalam menyelamatkan ekonomi daerah. Selain kualitas produk, merk produk juga harus bagus untuk meningkatkan daya saing dengan produk luar. “Presiden Jokowi telah membetuk solusi dan berupaya membantu untuk menstabilkan bahan pokok melalui Menteri Perdagangan, ” tuturnya.

BACA JUGA...  Forum Asta Cita Indonesia Resmi Berdiri, Ini Yang Akan Dilakukan 

Politisi Sekretaris PDI Perjuangan Aceh Ir. Gading mengakui pengurangan subsidi BBM memang langkah pahit yang harus diambil pemerintah demi kepentingan rakyat banyak juga. Data menunjukkan 70% subsidi dinikmati kalangan menengah ke atas. Ia berharap pemerintah daerah dapat mengoptimalkan dana bantalan sosial berupa BLT, Bantuan Subsidi Upah (BSU) serta alokasi 2% dari DAU dan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk subsidi di sektor Transportasi dan Perlindungan Sosial Tambahan agar tepat sasaran dan sesuai peruntukannya. “Karena pengalihan subsidi ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus pengurangan kemiskinan juga,” jelas Gading

Kadis Koperasi, UMK dan Perdagangan Aceh Besar, Darmasyah, ST, M.Si mengatakan Penyesuaian harga BBM tentu berdampak kepada sektor kebutuhan pangan dan sembako. Namun pemerintah telah melakukan upaya dan antisipasi seperti pelaksanaan operasi pasar untuk mencegah kenaikan harga bahan pokok supaya tetap stabil.

BACA JUGA...  Persaingan Sengit di Ajang  API Awards 2025, Aceh Selatan Kuasai Klasemen Sementara 

“Bantuan telah diberikan kepada masyarakat dan pelaku UMKM, kegiatan pengembangan UMKM juga tetap dilakukan, bimtek, pelatihan, bahkan beberapa UMKM di Kab. Aceh Besar akan dimasukan dalam kategori produk unggulan yang tembus pasar nasional,” ujar Darmansyah.

Sementara Pembina UKM Center USK, Dr. Iskandarsyah Madjid mengatakan banyak UMKM yang berkembang dengan pola-pola baru. Kenaikan BBM baginya juga mempermudah kerja UMKM, tetapi yang menyulitkan jika tidak ada barang/bahan baku.

Ia mendorong UMKM harus mampu membentuk kreatif baru untuk kebutuhan dan menarik peminat pasaran. Penyesuaian BBM hanya berdampak kepada kelompok kalangan atas yang memiliki kendaraan, sedangkan pelaku usaha tetap dapat memperoleh keuntungan yang sama. “UMKM dan kalangan bawah juga berpotensi untuk meningkatkan penghasilan ditengah kondisi BBM yang tidak stabil seperti sekarang”, menurutnya.

BACA JUGA...  Dorong Pembiayaan UMKM, Bank Aceh Buka Kantor Jaringan ke-182 di Seulimeum

Penggerak UMKM Aceh Besar Darwina mengaku pengalihan dan pengurangan subsidi BBM secara langsung berdampak bagi pelaku usaha kecil. Pengalihan subsidi BBM mengakibatkan cost transportasi bertambah dan sebagian harga bahan pokok ikut menyesuaikan harga.

“Kita merasakan langsung dampak pengendalian BBM ini, khususnya pada cost transportasi yang menyebabkan penyesuaian harga sebagian bahan pokok ,” katanya.

Pembicara pada FGD tersebut antara lain Ketua DPRK Aceh Besar Iskandar Ali yang juga merupakan Ketua Kadin Aceh Besar, Sekretaris PDIP Provinsi Aceh Gading Hamonangan, Pembina UKM Center USK DR. Iskandarsyah Madjid, Kadis Koperasi, UMK dan Perdagangan Aceh Besar, Darmasyah, ST, M.Si dan Ketua Kopsas Syariah Darwina.(R).

Berita Terkait

Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan
Ayah Wa Umumkan Jadwal Pencairan Bantuan Rumah Rusak Malam Ini di Live TikTok 
Bupati Asel H. Mirwan MS Tetapkan Darurat Bencana untuk Masa 14 Hari
Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan
100 Hari Penentuan! Ayah Wa Tantang 10 Pejabat Baru Buktikan Kinerja
Lantik 10 Pejabat, Ayah Wa Tegaskan Jabatan Bukan Hadiah
Mistan Aulia Apresiasi TNI Bangun Jembatan
Banjir di Trumon Berulang, Bupati  Aceh Selatan HMW Tidak di Tempat 

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:54 WIB

Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Minggu, 1 November 2026 - 20:43 WIB

Ayah Wa Umumkan Jadwal Pencairan Bantuan Rumah Rusak Malam Ini di Live TikTok 

Minggu, 1 November 2026 - 11:19 WIB

Bupati Asel H. Mirwan MS Tetapkan Darurat Bencana untuk Masa 14 Hari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:17 WIB

100 Hari Penentuan! Ayah Wa Tantang 10 Pejabat Baru Buktikan Kinerja

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Teuku Iskandar Nahkodai ORARI Bener Meriah

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:51 WIB