Presma Unsyiah: Jika Ibukota Dipindahkan, Kembalikan Emas Aceh

Kamis, 29 Agustus 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Aceh merupakan salah satu wilayah yang memiliki sumbangsih nyata bagi kemerdekaan Indonesia. Bukti nyatanya adalah pesawat RI 01 dan 02, emas seberat 38 kilogram di bagian teratas tugu Monas sebagai lambang kedigjayaan bangsa, dan radio rimba raya. Pasca diumumkan nya ibukota baru Indonesia, menuai banyak pro dan kontra.

Berdasarkan hal itu, Presiden Mahasiswa (Presma) Unsyiah, Rival Perwira menyatakan, bahwa pemindahan ibukota merupakan usaha nyata yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka memisahkan antara urusan bisnis dan administrasi negara.

BACA JUGA...  Wartawan Kibarkan Merah Putih di Bekas Kesultanan Aceh

“Tapi ada satu hal yang dilupakan oleh Pak Jokowi selaku Presiden Republik Indonesia, penetapan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara yang terletak di daerah Kalimantan Timur juga belum tentu berdampak positif bagi kemajuan Indonesia,” ungkap Rival kepada media ini, Kamis 29 Agustus 2019.

“Pasalnya, Aceh merupakan daerah modal bagi kemerdekaan Indonesia dan Aceh lah yang lebih layak menjadi ibukota Indonesia yang baru. Jika menilik dari sejarah bangsa, Aceh adalah wilayah yang pernah menjadi Ibukota RI ke tiga setelah Yogyakarta dan Bukit Tinggi, walaupun tidak tercatat dalam sejarah, tetapi masih terkenang dalam benak masyarakat Aceh,” tambah Rival.

BACA JUGA...  Cabdis Pendidikan Aceh Gelar FLS2N 2019 Se-Abdya

Selain itu, ia juga mengatakan, jika pemindahan Ibukota hanya ingin mengelak dari terjadinya bencana dan kesemrawutan Jakarta, lantas bagaimana nasib warga Jakarta, apakah perlu di pindahkan juga ?. Atau mereka diabaikan begitu saja tanpa jaminan yang pasti.

“Pemerintah tidak boleh tinggal diam terhadap semua permasalahan negeri ini, semua harus di carikan solusi yang pasti, bukan meninggalkan dan mencari jalan pintas seolah lari dari masalah,” ujarnya.

BACA JUGA...  Warga KPM Keluhkan Penerima BPNT di Desa Paluh Sibaji

Diakhir pernyataannya, Rival juga menambahkan, usut punya usut, segalanya tentang pemindahan Ibukota adalah bentuk penganiayaan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Apapun yang pemerintah putuskan tentang pemindahan Ibukota, Aceh adalah wilayah yang pantas menjadi Ibukota baru.

“Jika bukan Aceh sebagai Ibukota baru, maka kembalikan segala bentuk pemberian leluhur kami, dan kembalikan emas pemberian orang Aceh yang ada di atas monas,” tutup Presiden Mahasiswa Unsyiah ini. (Ahmad Fadil/R)

Berita Terkait

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara
Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asel HMW (pakai rompi)  didampingi Sekdakab Diva Samudra Putra dan Dandim 0107/Asel Letkol (Inf) Andrino Lubis menjelaskan tentang penanganan banjir di Trumon, Jumat, (30/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:24 WIB