Sebelum beradu taktik dengan anak asuh Ronald Koeman di Signal Iduna Park, hanya satu dari lima pertandingan Inggris di Euro 2024 – pertandingan pembuka mereka dengan Serbia – yang membuat anak asuh Gareth Southgate berhasil menyelesaikan tugasnya dalam waktu 90 menit, yang menyebabkan gelombang cercaan pedas yang sudah biasa terjadi terhadap bos Three Lions yang banyak dicemooh itu.
Hasil imbang yang membosankan dengan Denmark dan Slovenia – di mana Inggris tampak lesu, tidak bersemangat, dan kehabisan ide menyerang – tidak banyak membantu negara itu, dan begitu pula dengan keberhasilan mereka yang sangat tidak meyakinkan di babak 16 besar atas Slovakia, yang hanya digagalkan oleh aksi akrobatik Jude Bellingham yang mengagumkan.
Menyusul kepahlawanan pemain Real Madrid itu, langkah Three Lions di perempat final melawan Swiss diselamatkan oleh bintang lain, yakni Bukayo Saka, yang juga mengusir setan penalti di turnamen besar – mirip dengan yang dilakukan Stuart Pearce melawan Spanyol pada tahun 1996 – selama adu penalti yang secara tak terduga sempurna dari peraih medali perak Euro 2020 itu.
Southgate dan kawan-kawan masih tidak berilusi bahwa peningkatan besar diperlukan jika mereka ingin meniadakan Belanda, yang anak didiknya sendiri – Xavi Simons – memanfaatkan kesalahan konsentrasi yang jarang terjadi dari Declan Rice, tetapi apa yang terjadi selanjutnya bisa dibilang merupakan penampilan terbaik yang pernah dihasilkan Inggris sepanjang tahun 2024.




