Pada pertemuan pertama musim ini (di K1-League, tim bertemu minimal 3 kali selama musim sepak bola), Ulsan Hyundai menang tipis 1-0 di kandang sendiri.
Namun, pertandingan ini benar-benar sebuah “rivalitas”. Bukti 2 tahun sebelumnya (2022 dan 2023) Ulsan Hyundai menjadi juara, Pohang Steelers tak tampil minder dalam konfrontasi langsung: memenangkan 2/8 bentrokan (Ulsan juga menang 2).
Dalam dua bulan terakhir, Pohang Steelers bermain relatif tidak menentu di divisi No. 1 Negeri Ginseng itu dengan jumlah kemenangan (2) hanya setara dengan jumlah kekalahan (2) dan kurang dari dua kali lipat jumlah seri. (4).
Namun pada pertandingan mendatang, pelatih Park Tae-ha dan timnya akan bermain di kandang sendiri, namun perlu diingat bahwa Pohang Steelers tidak terkalahkan di kandang selama setahun terakhir.
Kekurangannya adalah mereka cukup banyak bermain imbang, apalagi musim ini (6 September), namun melawan lawan berkaliber tinggi seperti Ulsan Hyundai, tidak kalah masih bisa dianggap sukses, apalagi dalam konteks ini kedua kubu juga berperingkat setara pijakan.
Di sisi lain lapangan, Ulsan Hyundai tampil lebih baik dari tim tuan rumah, hanya menang (4) dan seri (2) dalam 6 putaran berturut-turut kejuaraan nasional.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















