Dalam pertandingan liga, tim Janssen telah meraih beberapa kemenangan melawan Excelsior Maassluis, Jong Sparta, SV Spakenburg, dan Koninklijke HFC, dengan hanya satu kekalahan melawan Hoek pada bulan Desember, yang menyoroti performa konsisten mereka di Tweede Divisie.
Di luar hasil pertandingan, laga piala ini mewakili kebanggaan lokal dan kesempatan untuk melaju lebih jauh di kompetisi nasional, dengan De Treffers masih berpeluang meraih “Blauwe Dennenappel,” sebuah penghargaan yang diberikan kepada klub amatir paling sukses di KNVB Beker jika mereka melaju lebih jauh daripada semua tim amatir lainnya.
Secara historis, De Treffers kesulitan melawan NEC, belum pernah menang dalam tujuh pertemuan sebelumnya sejak tahun 1993, dengan tim Nijmegen memenangkan semua pertandingan, mencetak enam gol dan kebobolan 25 gol, sebuah rekor yang menambah tantangan ekstra pada derbi Gelderland ini.
NEC memasuki babak ini sebagai klub Eredivisie dan salah satu favorit untuk melaju lebih jauh di KNVB Beker, setelah diundi bermain tandang melawan De Treffers setelah menang 3-1 atas AFC di babak kedelapan.
Sebelumnya di kompetisi ini, NEC mengalahkan Rijnsburgse Boys di babak pertama pada bulan Oktober, unggul telak di babak pertama dengan dua gol dari Noe Lebreton dan satu gol dari Sami Ouaissa, sebelum bertahan di babak akhir yang menegangkan di Sportpark Middelmors untuk mengamankan kemenangan 3-2 dan melaju ke babak selanjutnya.




