Dalam pertandingan itu, kami melepaskan 25 tembakan, tetapi hanya 10 yang akurat dan 3 di antaranya menjadi gol. Angka yang cukup buruk untuk lini serang. Belum lagi, pertahanan lawan yang solid membuat tim Vietnam cukup kesulitan mencari gol.
Jika lini serang menyia-nyiakan peluang, pertahanan mereka juga memiliki banyak masalah, terutama situasi yang memungkinkan pemain Nepal menyamakan kedudukan pada menit ke-17. Belum lagi di awal babak kedua, minimnya koordinasi pertahanan hampir menciptakan peluang bagi Nepal untuk mencetak gol.
Oleh karena itu, pelatih Kim Sang Sik dan timnya masih harus banyak belajar dari pengalaman dan beradaptasi untuk leg kedua melawan Nepal, di mana lawan sudah memahami gaya bermain Vietnam.
Dalam pertandingan ini, Nepal akan bermain tanpa gelandang Laken Limbu karena menerima kartu merah, yang membuat pelatih Matthew Ross cukup pusing dalam menyusun skuad untuk menyambut tim Vietnam. Sebaliknya, kecuali Quang Hai yang absen karena cedera sebelumnya, tim Vietnam masih memiliki kekuatan terbaik dalam pertandingan ini.
Dibandingkan leg pertama, strategi Korea dapat melakukan beberapa perubahan pada susunan pemain untuk menyegarkan skuad.
Beberapa pemain muda dari generasi U-23 seperti Hieu Minh, Thanh Nhan, Dinh Bac, atau Xuan Bac kemungkinan akan diberi kesempatan bermain untuk meningkatkan daya serang dan intensitas bermain mereka.




