example banner

oleh

Pemerintah Harus Juga Berperan Sepenuhnya dalam Menangani Orang Terlantar

example banner

example banner

Bireuen (MA) – Lembaga Komunitas Pecinta Perubahan Aceh (KP2A) yang selama ini aktif melakukan advokasi pendampingan terhadap sejumlah kegiatan sosial kepada masyarakat yang mengalami gangguan jiwa di Kecamatan Samalanga dan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen.

Semenjak 2 tahun, lembaga sosial dan kemanusian tersebut begitu serius dengan sikap kepekaan dalam melakukan pendampingan aksi kemanusian terhadap masyarakat yang mengalami cacat mental kejiwaan, kata
Pengurus KP2A Bireuen Tgk Miswari,S.Pd turut didampingi oleh Tgk Boyhaqi ketua KP2A Kecamatan Samalanga kepada awak mediaaceh.co.id, Kamis (29/10).

Tujuan pihaknya adalah bagaimana merencanakan untuk membantu seluruh warga Aceh yang tergolong fakir-miskin dan orang terlantar yang sering mondar mandir disekitar Gampong, seputaran pusat Ibukota kecamatan, dan seputaran jalan Banda Aceh-Medan, yang terindikasi mengalami gangguan jiwa.

“Bisa kita bantu untuk di evakuasi ke Rumah Sakit Kejiwaan ke Banda Aceh sebagai langkah solidaritas kemanusian dan tanggungjawab moral kita semua,” ujarnya Miswari.

Tentu tidak mesti di Kabupaten Bireuen saja, “insyaallah bisa kita advokasi pendampingan keseluruh Kabupaten/Kota lainnya di seluruh Aceh, dengan berkat kerjasama Stekholder Instansi Vertikal terkait Pemerintah di Aceh dan Sinergisitas Pemerintah Aceh melalui kerjasama Pemerintah Kabupaten/Kota lainnya melalui SKPA/SKPD terkait dengan lembaga lembaga sosial atau komuitas kemanusian lainnya yang berada di Aceh untuk bisa perduli dengan mengambil langkah langkah penanganan sebagai perhatian pemerintah terhadap saudara kita yang memerlukan upaya penanganan penyembuhan dari sakit kejiwaan,” ujarnya lagi Miswari.

Lanjutnya, negara hadir melalui penyelenggara Pemerintahan, seperti termaktub dalam Pasal 34 UUD 1945 menyatakan “Fakir Miskin dan Anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara” dan selanjutnya dalam Pasal 27 Ayat (2) menyatakan “Bahwa tiap-tiap warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan,” hal ini juga diperkuat dengan Undang Undang RI
Nomor 13 Tahun 2011
Tentang Penanganan Fakir Miskin.

Undang-Undang RI Nomor : 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial pasal 3 point c, pasal 5 ayat (2) point f, pasal 14 dan pasal 32.
Dalam Regulasi Otonomi Khusus berbentuk Istimewa dijabarkan pada UUPA.Nomor 11 Tahun 2006 serta Qanun Sosial Aceh.

Negara dan Pemerintah bersama Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota selaku penyelenggara negar berkewajiban bertugas bahwa orang terlantar dari fakir/miskim tersebut wajib dilindungi dan diberikan pemenuhan hak hak mereka baik sandang dan pangannya, kesehatan, pendidikan, sosial dan pekerjaan dengan kehidupan yang layak serta manusiawi dengan standar kebijakan dan pelayanan nasional oleh negara sebagai tujuan Amanah Konstitusi Republik Indonesia dalam melindungi segenab elemen anak bangsa dari bentuk pemenuhan hak-hak mereka secara berkeadilan tanpa diskriminatif secara manusiawi.

Sementara itu ketua KP2A Kecamatan Samalanga, Tgk Boyhaqi kepada media mengatakan teman teman dan rekan rekan KP2A kecamatan Samalanga. Selama beberapa bulan ini telah melakukan aksi kemanusian Gerakan Perduli Masyarakat Gangguan Jiwa dengan cara mensiyasati dan merangkul serta membujuk warga yang mengalami musibah gangguan jiwa berada diseputaran kecamatan Samalanga.

Alhamdulillah telah berhasil kita lakukan advokasi dan pendampingan terhadap warga yang mengalami gangguang jiwa, apalagi mendapat dukungan dari tokoh elemen masyarakat dan orang tua dan sanak keluarganya serta peran aktif partisipasi kepekaan masyarakat lingkungan setempat. Sehingga teman teman lainnya KP2A Samalanga dengan kekompakan, kerja keras semua pihak dan rasa kepekaan unsur dukungan keluargannya, patut kita syukuri sudah berhasil kita lakukan evakuasi ke Banda Aceh dengan kenderaan seadanya dengan mobil dari bantuan swadaya masyarakat samalanga maupun kumpulan sumbangan dari pihak dermawan.

Syukur Alhamdulillah banyak saudara kita yang menimpa penyakit jiwa yang telah sembuh setelah kita bantu evakuasi ke Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh, mulai dari jumlah orang 38 pasien yang dikategori mengalami sakit jiwa asal kecamatan Samalanga, sudah sembuh total setelah kita bantu membawanya ke RSUJ Banda Aceh.

Alhamdulillah perjuangan kerja keras kemanusiaan tidak sia sia ini, tentu telah berhasil kita tekan angka warga samalanga yang mengalami penyakit gangguan jiwa dalam tahun 2020. Sehingga hasilnya sangat memuaskan beban pihak orang tua dan sanak keluarganya, hampir rata rata tinggkat penyembuhannya sekitar 70 % sudah bisa hidup normal kembali tanpa mondar mandir keluar rumah dengan memegang benda berbahaya dan membawa senjata tajam dengan tidak lagi berpakaian yang kotor seperti saat dulu mereka sebelum dibawa dan dirujuk ke RSJ Banda Aceh. Serta tidak lagi mereka telanjang saat mereka keluar rumah.

Semua keberhasilan ini adalah kehendak dari Allah SWT, dengan berkat usaha kerja keras semua pihak termaksud pihak RSUJ Banda Aceh dan doa kita bersama, sehingga banyak saudara kita mantan gangguan jiwa sudah mulia aktif bekerja untuk membantu menafkahi keluarganya dengan kembali ditengah masyarakat dalam melaksanakan kegiatan sosial dan beribadah.

Setelah itu Tgk Boyhaqi, juga menyampaikan saat ini banyak orang di samalanga datang ketempatnya untuk meminta bantuan usaha darinya, agar bisa bisa membujuk keluarganya yang memiliki gangguan mental kejiwaan supaya untuk dibawa langsung ke RSJ Banda Aceh, karena kalau dibawa ke RSUDJ dr Faujziah Bireuen tidak langsung diterima dengan harus menunggu waktu sampai 6 hari (satu pekan), kemudian setelah diperiksa dan rawat inab bila pasien sakit kejiwaannya terlalu parah tentu harus di harus rujuk ke RSUJ Banda Aceh, melainkan pasien tersebut tidak di rujuk, di suruh jemput oleh pihak keluarga untuk disuruh pulangkan ke rumah keluarga pasien dan tidak ada yang sembuh karena pelayanan kesehatan RS Kejiwaan di Bireuen belum maksimal dan optimal.

Maka mereka masyarakat dari keluarga pasien sering meminta bantuan kepadanya Tgk Boyhaqi, karena beliau dan lembaganya dari KP2A Samalanga akan langsung merespon dan berusaha membawa pasien ke Banda Aceh untuk mendapatkan pengobatan kesehatan secara manusiawi terhadap pasien yang mengalami gangguan jiwa tersebut ada disebabkan oleh faktor penyalahgunaan narkoba,permasalahan ekonomi dalam keluarga dan kekecewaan dari depresi berbagai hal persoalan kehidupannya.

Setelah itu rata rata harapan orang tua yang keluargannya mengalami musibah penyakit gangguan kejiwaan untuk kedepannya, meminta lembaga KP2A Samalanga bersama Tgk Boihaqi. Masyarakat meminta sedikitnya perhatian dari Pemerintah.

Begitu juga Pemerintah Aceh serta Pemerintah Kabupaten/Kota, bisa peka untuk membantu pederitaan kejiwaan yang menimpa keluarga mereka, ingin dijembatani untuk bisa bekerja sama dalam hal meningkatkan kepekaan sosial terhadap solidaritas nilai nilai kemanusian bagi masyarakat kita yang mengalami gangguan jiwa untuk diberikan sedikit perhatian pemerintah dengan dibantu disediakan anggaran oprasional oleh
Pemerintah Bireuen melalui lembaga KP2A dan lembaga kemanusian lainya yang perduli terhadap persoalan tersebut.

Alhamdulillah berkat doa dari masyarakat semua berjalan lancar meskipun banyak resiko, namun semuanya kita serahkan kepada Allah SWT, Pungkasnya. (Iqbal).

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..