Pejuang Kemerdekaan Moro ke Aceh, Ada Apa?

Selasa, 30 Januari 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah menerima delegasi Moro Islamic Liberation Front (MILF), di Aceh, Senin (29/01/2017). Kedatangan para tokoh perjuangan kemerdekaan bangsa Moro tersebut dalam rangka belajar resolusi konflik di Aceh.

Wagub Nova mengatakan, Pemerintah Aceh sangat mendukung upaya dan usaha yang ditempuh bangsa Moro untuk merajut perdamaian dengan Pemerintah Filipina. Apa yang dilakukan mereka, ujar Nova, telah pernah dilalui juga oleh masyarakat dan para pejuang di Aceh. 

“Kami sangat mendukung proses damai di Moro Filipina. Semoga dialog yang kita bangun ini menjadi langkah awal untuk menyebarkan semangat damai Aceh di wilayah Asean,” ujar Nova di Pendapa Wakil Gubernur Aceh.

BACA JUGA...  Polres Sabang Ringkus Pelaku Pencuri Speed Boat

Nova menyebutkan, perdamaian Aceh telah menjadi contoh dan mendapat apresiasi dunia internasional. Namun demikian, perdamaian tersebut tidaklah didapat dengan mudah. Perundingan damai antara GAM di Aceh dengan Pemerintahan Indonesia bahkan dilakukan hingga beberapa kali. 

Perdamaian akhir yang dimediasi lembaga Crisis Management Initiative (CMI) di Helsinki telah menjadikan kehidupan masyarakat jauh lebih baik serta pertumbuhan ekonomi ikut meningkat. 

Wagub mengatakan, damai di Aceh terjadi akibat beberapa hal. Pertama, ujarnya, adalah semangat dan tekad kuat dari pihak yang bersengketa untuk mengakhiri konflik. Mereka rela menurunkan ego masing-masing. Selanjutnya adalah keterlibatan mediator internasional yang sama-sama diakui oleh kedua pihak. 

BACA JUGA...  TNI di Hati Kami, Rumah Tempat Hidup Kami

“Keterlibatan tim monitoring internasional yang memantau jalannya tahapan perdamaian selama lebih setahun, menjadikan perdamaian Aceh tidak terusik,” kata Nova.

Perdamaian Aceh ikut mendapat dukungan kuat dari dunia internasional. Pemerintah Indonesia juga memberikan perhatian lebih bagi pembangunan Aceh usai damai terjadi. Tak heran jika kemudian suksesnya perdamaian di Aceh menjadikan Aceh sebagai salah satu rujukan bagi berbagai daerah di negera yang berkonflik. 

Sementara itu, Pimpinan Moro Islamic Liberation Front (MILF), El Haj Murad Ibrahim, mengatakan, Bangsa Moro yang berkonflik dengan pemerintahan resmi di Filipina, sebenarnya telah menjajaki perjanjian perdamaian jauh sebelum hal tersebut dilakukan di Aceh. Sejak tahun 1995, mereka telah berunding. Selama tiga tahun berturut, prosesi itu terus ditempuh. 

BACA JUGA...  Menteri Jadi Timses Jokowi, Gerindra: Seharusnya Urus Negara

“Tapi tidak pernah berhasil, bahkan kemudian terjadi darurat militer,” ujar Murad. Proses serupa hampir sama dengan apa yang terjadi di Aceh. Murad berharap bangsa Moro bisa segera berdamai lewat perjanjian komprehensif di tahun 2017 lalu. 

“Kita berharap perjanjian terakhir berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang sama-sama kita inginkan,” kata Murad Ibrahim. [*]

Foto: Para pejuang Kemerdekaan Moro

Berita Terkait

Kodim 0107/Asel Tertibkan Pemakaian Kendaraan 
Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo
Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas
Polri dan Pimred Perkuat Perlindungan Wartawan
Anwar Tgk Rabo Pimpin PSI Aceh
Coffee Morning Kapolres Sabang, Media Diajak Perkuat Sinergitas
Dinding Krueng Doy Ambruk, Jalan Warga Terancam Ikut Longsor
PPAB GMNI USK: Merah dalam Ideologi, Tegas dalam Perjuangan, Membangun Kader yang Berpihak pada Rakyat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:30 WIB

Kodim 0107/Asel Tertibkan Pemakaian Kendaraan 

Senin, 14 September 2026 - 17:05 WIB

Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo

Sabtu, 12 September 2026 - 19:42 WIB

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

Polri dan Pimred Perkuat Perlindungan Wartawan

Jumat, 11 September 2026 - 19:43 WIB

Anwar Tgk Rabo Pimpin PSI Aceh

Berita Terbaru

Kondisi jalan di Aceh Selatan saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada Rabu, (16/9).

PERISTIWA

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:33 WIB

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar.

NANGGROE

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:19 WIB

Prosesi pelantikan Rahmatsyah, ST sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bengi oleh Bupati Bener Meriah oleh H. Ir. Tagore AB.

PARLEMENTARIA

Rahmatsyah Resmi Dilantik

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:12 WIB

Lettu (CPM) Surianto sedang memberikan pengarahan dalam rangka penertiban kendaraan dinas militer di Halaman Makodim 0107/Aceh Selatan, Rabu, (16/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

Kodim 0107/Asel Tertibkan Pemakaian Kendaraan 

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:30 WIB

Pelantikan Muhammad Adam, M. Ed sebagai Ketua IKA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe periode 2026–2030, oleh Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, pada Rabu, (16/9).

PENDIDIKAN

Muhammad Adam Pimpin IKA UIN Sultanah Nahrasiyah

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:35 WIB