Menteri ATR/BPN Ajak Mahasiswa Urus Tanah Wakaf

Selasa, 14 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyerahkan secara simbolis atribut kepada peserta KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Senin (13/10/2025). Foto: Ist

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyerahkan secara simbolis atribut kepada peserta KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Senin (13/10/2025). Foto: Ist

PEKALONGAN (MA)— Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengajak mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan untuk menjadi garda depan dalam menyelesaikan persoalan pertanahan, terutama tanah wakaf dan aset keagamaan. Ajakan itu disampaikan Nusron di Gedung Student Centre Kampus 2 UIN Pekalongan, Senin (13/10/2025), saat melepas 500 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Ekoteologi dan Pertanahan yang diharapkan menjadi jembatan nyata antara ilmu dan pengabdian.

Ia tak sekadar memberi sambutan seremonial. Di hadapan ratusan mahasiswa yang memenuhi ruangan, Nusron berbicara dengan nada tegas tapi menggugah. “Kami perlu mengajak Saudara-saudara sekalian untuk urun tangan. Kami tidak hanya menuntut urun rembuk, tapi juga mengajak urun karya, urun tangan, dan urun kerja nyata lewat KKN Tematik ini,” ujarnya penuh semangat.

Ajakan itu sontak mendapat tepuk tangan panjang. Bagi banyak mahasiswa, kata-kata Menteri Nusron bukan sekadar kalimat motivasi, melainkan panggilan moral untuk turun langsung ke lapangan dan menyentuh persoalan yang selama ini sering luput dari perhatian.

Melalui KKN Tematik ini, sebanyak 500 mahasiswa diterjunkan ke berbagai desa di Kabupaten dan Kota Pekalongan untuk membantu proses pendaftaran tanah wakaf, verifikasi aset keagamaan, serta edukasi hukum pertanahan bagi masyarakat. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian ATR/BPN, Kementerian Agama, dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam upaya memperkuat kesadaran hukum dan perlindungan aset umat.

BACA JUGA...  PJ Bupati Tinjau Persiapan Bersama, Jelang Pembukaan PKA ke 8

Menurut Menteri Nusron, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas kampus, melainkan bentuk pendidikan sosial yang sesungguhnya. “Kami ingin mahasiswa belajar dari realitas. Jangan hanya pandai menulis teori tentang rakyat, tapi hadir dan dengarkan langsung denyut hidup masyarakat. Di situlah lahir ilmu yang membumi, ilmu yang bermanfaat,” katanya.

Nusron menekankan bahwa aset keagamaan seperti tanah wakaf dan rumah ibadah adalah warisan spiritual bangsa yang harus dijaga secara hukum. Ia mengingatkan, banyak kasus di mana tanah wakaf tidak memiliki bukti kepemilikan yang sah, sehingga rentan diklaim atau disalahgunakan. Karena itu, keterlibatan mahasiswa menjadi langkah strategis untuk membantu pemerintah dalam pendataan dan sertipikasi tanah-tanah tersebut.

“Tanah wakaf adalah titipan umat. Kalau tidak kita amankan secara hukum, maka nilai ibadahnya bisa hilang ditelan sengketa. Mahasiswa harus ikut menjadi penjaga amanah ini,” ujar Nusron, suaranya menegas di tengah sorak setuju dari peserta.

BACA JUGA...  AK: Penetapan Ganja Sebagai Narkotika Golongan I Patut Ditinjau Ulang

Program KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan ini menargetkan 2.093 bidang tanah untuk dipetakan dan diverifikasi, terdiri dari 1.944 bidang di Kabupaten Pekalongan dan 149 bidang di Kota Pekalongan. Para mahasiswa telah dibekali materi teknis, administratif, dan yuridis sebelum diterjunkan ke lapangan.

Salah satu peserta, Windi Tia Utami (20), yang menjadi Koordinator Desa Kelompok 26, mengaku bangga sekaligus tertantang. “Kita sudah dapat pembekalan cukup lengkap, dari teknis pemetaan sampai administrasi tanah. Jadi aku pastikan dulu semua anggota tim paham betul sebelum turun ke masyarakat,” ujarnya mantap.

Bagi Windi, keterlibatan mahasiswa dalam urusan pertanahan adalah bukti nyata bahwa pemerintah mempercayai kapasitas generasi muda. Ia menyebut program ini sebagai bentuk inovasi yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat secara langsung. “Ini amanah besar. Kami kampus yang mungkin belum sepopuler kampus besar lain, tapi diberi kepercayaan menjalankan program nasional seperti ini. Itu membanggakan dan sekaligus tanggung jawab,” katanya.

KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan di Pekalongan ini menjadi pilot project yang akan diperluas ke 12 kampus UIN di seluruh Indonesia. Melalui proyek ini, pemerintah berharap muncul generasi baru yang tidak hanya paham soal hukum tanah, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keberanian untuk membela kepentingan rakyat kecil.

BACA JUGA...  Nusron Wahid Dorong Sertipikasi Tanah Pendidikan

Bagi Nusron Wahid, pendidikan sejati tidak lahir dari ruang kuliah semata, tetapi dari keberanian untuk hadir di tengah rakyat. “Negeri ini butuh sarjana yang bukan hanya bisa bicara, tapi bisa bekerja; bukan hanya urun rembuk, tapi urun tangan. Di tangan kalianlah, masa depan tata kelola tanah umat ini kita titipkan,” ucapnya disambut tepuk tangan panjang.

Di halaman kampus, selepas acara, spanduk besar bertuliskan “KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan: Urun Tangan, Urun Karya untuk Negeri” terbentang megah di antara barisan mahasiswa yang bersiap berangkat ke desa. Semangat mereka membara, bukan hanya untuk mengerjakan proyek, tetapi untuk belajar menjadi bagian dari solusi bagi bangsa.

Dalam sorot mata para peserta, tampak keyakinan bahwa dari langkah kecil di Pekalongan inilah sebuah gerakan besar bisa dimulai — gerakan mahasiswa yang bukan hanya mengubah cara pandang terhadap tanah, tapi juga menanamkan nilai luhur: bahwa menjaga tanah wakaf berarti menjaga marwah ibadah, menjaga hak umat, dan menjaga masa depan negeri. (R)

Berita Terkait

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers
Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo
Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri
Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat
Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali Menjadi Suara Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:10 WIB

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Selasa, 22 September 2026 - 18:30 WIB

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Jumat, 4 September 2026 - 16:51 WIB

PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers

Berita Terbaru

Dalam rangka peringatan HUT TNI ke-81, TNI AL. Lakukan pengobatan gratis terhadap warga.

EDUKASI

TNI AL dan Mubadala Energy Hadir untuk Warga

Kamis, 8 Okt 2026 - 23:04 WIB

Pertemuan Bupati Aceh Utara Ayah Wa dengan para ulama kharismatik saat membahas peringatan HSN Tahun 2026 di Aceh Utara, Kamis, (8/10).

PEMERINTAHAN

Persiapan HSN 2026, Ayah Wa Gandeng Ulama 

Kamis, 8 Okt 2026 - 22:52 WIB