Mendagri Surati Gubernur Aceh Untuk Mencabut SK Pelantikan Pejabat Pasca Pilkada

Kamis, 13 April 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA l AP- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyurati Gubernur Aceh untuk mencabut keputusan Gubernur Aceh Nomor PEG.821.22/004/2017, tanggal 10 Maret 2017 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di Lingkungan Pemerintah Aceh, Rabu (12/04/2017).

Surat untuk Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah yang dikeluarkan oleh Mendagri pada Selasa 11 April 2017, dengan nomor 820/1809/SJ tentang hal ‘Persetujuan Penataan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Aceh’, bukan hanya meminta Gubernur Aceh untuk mencabut keputusan mutasi sebelumnya, namun turut mengingatkan agar dalam melakukan mutasi sedapat mungkin tidak mengakibatkan adanya pembebasan jabatan (non job) atau penurunan jabatan (demoasi) bagi pejabat yang ada.

BACA JUGA...  Tim Pansus DPR Aceh dari Dapil 5 Tinjau Proyek Tahun 2020

Dalam surat tersebut Kemendagri memahami kebutuhan Gubernur Aceh dalam melakukan mutasi di lingkungan SKPA sesuai dengan keputusan Gubernur Aceh yang tercantum pada Surat Keputusan Nomor PEG.821.22/004/2017 pada tanggal 10 Maret 2017 lalu.

Namun demikian, dalam rangka menegakkan ketentuan dan peraturan perundang-undangan, maka kebijakan mutasi jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Aceh harus mendapat persetujuan tertulis dari Mendagri yang tercantum pada UU Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 72 Ayat 2.

Oleh karenanya, jika mutasi Pejabat Pemerintah Aceh ingin mendapatkan persetujuan tertulis dari Mendagri maka 16 pejabat eselon III, dan 4 pelaksana yang diangkat dalam jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II) yang dilakukan tanpa seleksi terbuka agar dilakukan penyesuaian.

BACA JUGA...  Taufik Jadi Plt Sekda Aceh

Dalam surat itu, Mendagri juga mengingatkan supaya promosi dan jabatan administrasi (eselon III) ke dalam jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II) agar dilakukan melalui proses seleksi terbuka. Bila terdapat jabatan yang lowong agar ditunjuk Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) atau mendayagunakan kembali Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) yang ada.

Selain itu, apabila akan mendayagunakan tenaga fungsional yang berasal dari Perguruan Tinggi (PT) dipersyaratkan terlebih dahulu agar memperoleh izin tertulis dari instansi induk dan selanjutnya dapat mengikuti seleksi terbuka.

“Untuk pejabat eselon II yang terkena dampak penataan ini, agar dihindari terjadinya pembebasan jabatan (non job) atau penurunan jabatan (demoasi), kecuali dengan alasan yang jelas sesuai dengan kaedah-kaedah kepegawaian dan penilaian kapasitas kemampuan yang terukur,” tegas Mendagri melalui surat itu.

BACA JUGA...  LBH Banda Aceh : Pengabaian Hak Buruh Masih Merajalela

Selain itu, dalam melakukan mutasi sedapat mungkin tidak mengakibatkan adanya pembebasan jabatan (non job) atau penurunan jabatan bagi pejabat yang ada dan mempedomani Peraturan Menteri Pedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014 tentang tata cara pengisian jabatan Pimpinan Tinggi secara terbuka di lingkungan instasi pemerintah.

Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa mutasi yang dilakukan oleh Gubernur Aceh pada 10 Maret 2017 lalu sudah disetujui oleh pihak Mendagri.[LAC)

Berita Terkait

Ayah Wa: Jangan Biarkan Konflik Kembali Terjadi di Aceh, Jaga Perdamaian
Pemkab Asel Diam-diam “Bidik” Pejabat yang akan di-Ukom, Lelang JPT Tunggu Anggaran 
Mantan Senator Aceh Kecam Kekerasan di Tiro, Pelanggaran HAM Berpeluang Buka Internasionalisasi Isu Aceh
Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 20:02 WIB

Ayah Wa: Jangan Biarkan Konflik Kembali Terjadi di Aceh, Jaga Perdamaian

Minggu, 8 November 2026 - 16:23 WIB

Pemkab Asel Diam-diam “Bidik” Pejabat yang akan di-Ukom, Lelang JPT Tunggu Anggaran 

Minggu, 8 November 2026 - 16:08 WIB

Mantan Senator Aceh Kecam Kekerasan di Tiro, Pelanggaran HAM Berpeluang Buka Internasionalisasi Isu Aceh

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Polda Kaltim Ajak Insan Pers Sebarluaskan Informasi Kepolisian

Minggu, 8 Nov 2026 - 19:23 WIB