SABANG (MA) – Pulau Sabang yang sedang adem-ayem usai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui titik pinalti yang Pemilihan Suara Ulang (PSU) yang kemudian dimenangkan pasangan Zulkifli H Adam – Suradji Junus untuk jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang periode 2025-2030, tiba-tiba dihebohkan oleh sebuah tindakan yang tidak pernah terjadi dimuka bumi dimana kursi kepala daerah sebagian pejabat negara diduduki oleh orang yang tak tau diri.
Tindakan orang tak tau diri tersebut serontak heboh di seantero pulau Sabang, mengingat hal semacam itu tidak pernah terjadi apalagi terlihat dimana pun dalam sebuah tahta tertinggi tingkat Bupati maupun Wali Kota. Konon, pendudukan kursi Wali Kota itu sang orang tersebut mengaku-ngaku sebagai tokoh demokrasi dan menilai pimpinan lainya kaku dengan menunjuk diri sebagai pemikir progresif dan menyebutkan diri juga orang yang intelektual.
Sejumlah tokoh masyarakat Sabang menyayangkan atas sikap orang tersebut sekaligus mengingatkan Wali Kota Sabang, agar menjaga wibawa pemerintah dan jabatan yang diamanahkan rakyat. Bukan sekadar untuk tidak berhela-hela dengan orang yang hanya menitipkan kepentingan kelompok pribadi dan kelompok.
“Semestinya Wali Kota Sabang menjalinkan dulu pendekatan dengan alim ulama tokoh masyarakat, bukan malah menyeret orang-orang yang tidak ada kepentingan kedalam kepemimpinannya. Ingat dalam setiap kampanye dulu katanya jika terpilih tidak mengkotak-kotakkan kelompok namun buktinya apa yang terjadi kursi negara yang dikhususkan untuk pejabat Wali Kota bisa diduduki orang yang tidak ada kepentingan dalam pemerintahan,” kata salah seorang masyarakat, Sabtu (18/07/2025).




