Masuk Polisi Palsukan Surat Domisili TFF Sudah Empat Kali di Sidang

Ini TFF terdakwa saat mengikuti sidang ke-empat dalam kasus pemalsuan surat domisili, yang digelar di PN Sabang, Kamis (06/06/2024)

SABANG (MA) – Kasus pemalsuan surat domisili untuk lolos jadi personil Polisi Republik Indonesia (Polri), atas nama berinisial TFF yang kini sedang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) menjadi perhatian publik, bahkan personel Polres Sabang turut memonitor jalanya sidang yang telah digelar ke-empat kali.

Kasus tersebut sempat meramaikan jagad maya setelah sang orang tua TFF sendiri ditangkap atas kasus pemerasan dan pengancaman, dan pada akhirnya anak dan bapak pun sama-sama menghadapi tuntutan hukum di Pengadilan Negeri Sabang.

Pada sidang ke-empat sejumlah personel Polres Sabang memonitor jalannya kasus pemalsuan surat domisili tersebut dengan tersangka TFF, yang merupakan anak dari tersangka TIY alias Popon. Sidang yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Sabang, Jalan Jendral Ahmad Yani Nomor 4 Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, yang digelar dengan agenda putusan sela, Kamis (06/06/2024).

BACA JUGA...  Pj Wali Kota Sabang : Masyarakat Tidak Perlu Khawatir Harga Bapok Cukup Persediaan dan Stabil

Kasus ini mencuat setelah terungkap bahwa TFF diduga melakukan pemalsuan surat domisili untuk keperluan pendaftaran Polisi Jalur Rekpro Kuota Perbatasan Kota Sabang. Perbuatan tersebut melanggar Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 266 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e jo Pasal 56 ke-1e KUHPidana.

Kapolres Sabang, AKBP Erwan, SH, MH, menekankan pentingnya penegakan hukum dan keadilan dalam menangani kasus-kasus serius seperti ini. Dan juga menyampaikan apresiasi kepada tim penyidik yang telah bekerja keras dalam mengungkap kasus ini.

BACA JUGA...  Atasi Keluhan Importir, BPKS Gelar Pertemuan Dengan Para Importir dan Stakeholder Terkait

“Kami berkomitmen untuk mendukung upaya penegakan hukum yang transparan dan adil. Kasus ini menjadi perhatian khusus mengingat pentingnya integritas dalam proses rekrutmen kepolisian,” kata AKBP Erwan, SH, MH.

Kasus ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat mengenai pentingnya kejujuran dan integritas dalam setiap proses administrasi dan rekrutmen, khususnya di lingkungan kepolisian yang memegang peranan penting dalam penegakan hukum dan keamanan masyarakat.

Pengadilan Negeri Sabang akan melanjutkan proses persidangan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Polres Sabang akan terus mengupdate perkembangan sidang ini kepada masyarakat, seiring dengan proses hukum yang berlangsung. Semua pihak diharapkan untuk mengikuti proses hukum dengan tertib dan menjunjung tinggi keadilan.

Samsul tokoh masyarakat Sabang mengapresiasi Polres, Kejaksaan dan Pengadilan yang kini sedang menangani kasus berantai tersebut, semoga Pengadilan Negeri Sabang dapat memutuskan hukum terhadap terdakwa seberat-beratnya sesuai hukum pidana yang berlaku. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *