KPA: Plt Gubernur Aceh Jangan Lebay

Sabtu, 29 Februari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (MA)- Carut marut persoalan perpolitikan dan pemerintahan di Aceh, kembali direspon pemerintah dengan untaian puisi yang sebenarnya bukanlah kebutuhan dan harapan publik.

“Politik yang dilakonkan seorang Plt Gubernur ini seakan menunjukkan sikap anti kritik dan seakan-akan menunjukkan dirinya korban Bulli selama ini, lalu melakukan counter opini melalui puisi seolah olah dirinya tengah terzalimi,” ujar Koordinator Kaukus Peduli Aceh (KPA) Muhammad Hasbar Kuba kepada media ini, Sabtu 29 Februari 2020.

Menurut Hasbar, sebagai seorang pemimpin seharusnya Plt Gubernur tidak manja dan sedikit-dikit bawa perasaan (baper).

“Seyogyanya Plt Gubernur itu mawas diri, memberikan penjelasan penjelasan yang rasional kepada rakyat, bukan malah menjawab persoalan dengan untaian puisi seakan dirinya terzalimi.

Plt Gubernur Aceh harus banyak belajar dari filosopi penjual soto, ada yang minta rasanya asin rasanya manis, tambah garam, tambah cabe dan seterusnya. Namun seorang penjual soto tetap melayani dengan senyuman dan mengakomodir serta menyajikan rasa yang terbaik. Jadi, Plt Gubernur sebagai seorang pemimpin jangan terlalu lebay,” ungkapnya.

BACA JUGA...  DPRK Lhokseumawe Paripurna Pemberhentian Walikota Periode 2017-2022

Selain itu, Hasbar menyebutkan, keluhan hingga kritikan masyarakat selama ini justeru bagian dari muara kekecewaan atas sikap dan kebijakan Plt Gubernur sendiri.

Dicontohkan Hasbar, kebijakan terkait rumah dhuafa yang dibatalkan, kebijakan terkait pembelian mobil dinas, dan kebijakan lainnya yang melukai hati rakyat. Apalagi hal itu terjadi dikala kondisi pilu menimpa ekonomi masyarakat Aceh.

“Jadi tak perlu balas dengan puisi, itu lebay, yang rakyat tunggu adalah perbaikan dan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat. Disini kami melihat, Plt Gubernur sedang gagal paham dan terlalu banyak dibuai halusinasi orang-orang sekeliling yang berefek tak bagus kepada citra Plt Gubernur di hadapan rakyat,” imbuh Mahasiswa Hukum Tata Negata UIN Arraniry ini

BACA JUGA...  Wabup Aceh Selatan dan Dandim Tinjau Lokasi Jembatan Bailey Trumon-Bulohseuma

Oleh karena itu, KPA menyarankan agar Plt Gubernur Aceh belajar banyak dari Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, yang selalu tersenyum ketika dikritisi, sekalipun tak pernah menutup diri dari publik, justeru memperbanyak ruang publik hingga bisa menampung keluh kesah masyarakat.

“Di awal-awal kepemimpinannya, pak Aminullah juga dikritisi tapi beliau jawab semua bukan dengan puisi tapi dengan langka aksi nyata. Alhasil, hari ini kota Banda Aceh semakin hari semakin membaik, bahkan mendapat prestasi yang luar biasa. Kita bisa lihat dari capaiannya sektor kemiskinan, Banda Aceh paling rendah dan mengalami peningkatan ekonomi maksimal. Indeks Pendidikan Manusia (IPM) juga meningkat, bahkan Wali Kota menjadikan Pendopo sebagai tempat berbagai kegiatan masyarakat,” pungkasnya.

BACA JUGA...  Kapolda Aceh Buka Puasa Bersama Plt Gubernur dan Unsur Forkopimda

Langkah-langkah Wali Kota Banda Aceh itu menurut Hasbar, patut dicontoh oleh Plt Gubernur. Jadi, Plt Gubernur harus banyak-banyak belajar kepada Wali Kota Banda Aceh jangan terlalu lebay dan baper ketika dikritisi.

Jika kritikan cuma bisa dibalas dengan puisi dan masalah cuma dibalas dengan curhatan, apakah itu indikator Aceh Hebat yang dimaksud. Justeru tentunya akan menghadirkan kekecewaan bagi masyarakat.

“Saran kami, Plt Gubernur Aceh harus meruqiyah orang-orang disekitarnya agar tidak terlalu lama membuat halusinasi di Aceh,” tutup Hasbar Kuba. (R)

Berita Terkait

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 
Dihadapan Plt Sekda Aceh, Mahasiswi USK  Sampaikan Kritik dan Masukan
Penegerian Poltas Didukung Tomas, Bupati Mirwan: Ini Prioritas Utama

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Jumat, 11 September 2026 - 23:39 WIB

Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan

Jumat, 11 September 2026 - 19:54 WIB

Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:40 WIB

Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026

Jumat, 11 September 2026 - 08:05 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB