Kejari Sabang Tatapkan THK dan Mah Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Desain Palabuhan

Selasa, 9 Juli 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejaksaan Negeri Sabang Suhendra,SH,MH . Foto: Jalal.

Kepala Kejaksaan Negeri Sabang Suhendra,SH,MH . Foto: Jalal.

Sabang (ADC) – Pejabat Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) yang berisial T.HK dan rekanan proyek desain pelabuhan Balohan Sabang berisial Mah, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Sabang.

Kepala Kejaksaan Negeri Sabang Suhendra,SH,MH kepada wartawan Selasa, 9 Juli 2019 menerangkan, pihaknya kini terus mendalami kasus dugaan korupsi pekerjaan review design pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang, bahkan telah menetapkan 2 tersangka.

“Dalam kasus dugaan korupsi pada pembangunan pekerjaan review desain pelabuhan penyeberangan Balohan Sabnag, kini sedang dalam mendalami dan kami kasus sudah memanggil 30 orang saksi untuk dimintai keterangan. Bahkan, kami telah menyita laptop tersangka untuk dilakukan uji forensik” terang Suhendra.

BACA JUGA...  Tuntut Bebaskan Irwandi, Ridwan: Tempatkan Hukum Sebagaimana Mestinya

Kedua tersangka adalah THK adalah Pejabat Pembuat Komitmen Di BPKS dan MT adalah rekanan yang melaksanakan pekerjaan perencanaan tersebut.

Dijelaskannya, pekerjaan taksasa itu dikerjakan oleh PT Batel Indonesia dengan nilai kontrak sebesar Rp.633.975.000 yang dianggarkan melalui DIPA Satuan Kerjs (Satker) BPKS yang bersumber dari APBN Anggaran Tahun 2016.

Namun desain perencanaan yang dibuat oleh PT Batel Indonesia lanjut Suhendra, tidak dapat digunakan oleh rekanan pelaksana pekerjaan.

BACA JUGA...  Polsek Langkahan Lakukan Koordinasi Terkait Penyebaran Virus Corona

“Kasus ini timbul karena perencanaan yang PT Batel Indonesia tidak dapat digunakan rekanan pelaksana pekerjaan, sehingga pihak rekanan harus mengeluarkan biaya sendiri untuk membuat ulang perencanaannya, sementara anggaran untuk membuat perencanaan tersebut sudah dibayar 100 persen oleh PPK” jelasnya.

Akibatnya, timbul dugaan kerugian negara pada review desain Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang, yang dilakukan oleh PT Batel Indonesia. Pasalnya hasil kerja perusahaan tersebut tidak bisa digunakan sama sekali.

BACA JUGA...  Jarak Tempuh Sama, Kapal Sama, Harga Tiket Berbeda

Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka akan tetapi kedua tersangka belum dilakukan penahanan karena masih menunggu hasil audit dari BPKP, guna mengetahui berapa nilai kerugian negara yang ditimbulkan., ungkapnya.(Jalal).

Berita Terkait

Diduga Korupsi DD Rp. 800 Juta Lebih, Keuchik di Kluet Utara Ditahan Polisi 
Motor Kurir SPX Dicuri, DS Diamankan Polisi
Dua Bulan Terakhir, Polres Aceh Tengah Berhasil Bongkar 13 Kasus Narkotika dan Amankan 22 Tersangka
Ratusan Personel Disiagakan dalam Operasi Patuh di Aceh Selatan 
Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita
SAPA Desak APH dan BNN Tes Urine Anggota Legislatif Bireuen 
Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 
Polres Aceh Selatan Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:28 WIB

Diduga Korupsi DD Rp. 800 Juta Lebih, Keuchik di Kluet Utara Ditahan Polisi 

Minggu, 1 November 2026 - 17:38 WIB

Motor Kurir SPX Dicuri, DS Diamankan Polisi

Minggu, 1 November 2026 - 12:29 WIB

Dua Bulan Terakhir, Polres Aceh Tengah Berhasil Bongkar 13 Kasus Narkotika dan Amankan 22 Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Ratusan Personel Disiagakan dalam Operasi Patuh di Aceh Selatan 

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita

Berita Terbaru

Satgas PB Asel melaksanakan gotong royong membersihkan Fasum dan rumah warga di Trumon, Kamis, (5/11/2026).(Foto/mediaaceh.co.id,/istimewa).

MILITER

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:05 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membesuk korban dugaan kekerasan di rumah sakit Pidie.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 Nov 2026 - 19:57 WIB