Sinergi tersebut menunjukkan bahwa jaringan sektor jasa keuangan dapat bergerak bersama dalam kegiatan sosial, terutama untuk mendukung fasilitas ibadah masyarakat.
Ketua FKIJK Aceh, Fadhil Ilyas, menilai renovasi masjid ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk nyata solidaritas dan ukhuwah.
Menurutnya, kepedulian dari berbagai daerah menjadi pesan penting bahwa solidaritas sosial tidak dibatasi oleh jarak geografis.
“Renovasi Masjid Syuhada ini adalah simbol kuat ukhuwah dan solidaritas nasional. Rekan-rekan industri jasa keuangan dari berbagai daerah menunjukkan bahwa niat membantu sesama tidak pernah terhalang oleh jarak.” Fadhil Ilyas. Direktur Bank Aceh
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Aceh, Daddi Peryoga, yang juga bertindak sebagai pembina FKIJK Aceh, menegaskan bahwa sektor jasa keuangan tidak boleh hanya berorientasi pada bisnis.
Ia menilai, keberadaan lembaga keuangan harus memberi dampak sosial yang lebih luas, termasuk dalam kehidupan keagamaan masyarakat.
“Renovasi Masjid Syuhada menjadi bukti bahwa sektor jasa keuangan memiliki kepedulian sosial yang melampaui wilayah operasionalnya. Sinergi ini memperlihatkan komitmen bersama untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat.” [Daddi Peryoga].
Seremoni penyerahan bantuan berlangsung sederhana namun khidmat. Sejumlah tokoh daerah turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, Ketua MPU Aceh Tamiang Syahrizal Darwis, serta jajaran pengurus FKIJK Aceh.




