Susul-menyusul angkatan snatch pun terjadi. Miyamoto Masanori berhasil di percobaan pertama dan kedua, dengan 151 kg. Namun, standar itu dilewati Julio Mayora Pernia (Venezuela) yang bisa 152 kg di percobaan perdana. Sekali lagi, ini dilewati. Kali ini oleh Andreev Bozhidar (Bulgaria) yang percobaan terakhirnya di 154 kg sukses.
Rizki Juniansyah yang langsung mencoba 155 kg, gagal di percobaan pertamanya. Attempt berikutnya di berat yang sama, mampu diselesaikan dengan apik. Pada titik ini, angkatan Rizki dikejar oleh Luis Mosquera (Kolombia), yang juga bisa mengangkat beban 155 kg.
Berikutnya, Masanori Miyamoto gagal menyamai catatan Rizki, sehingga hanya mentok di 151 kg. Tantangan selanjutnya, ada di Julio Mayora Pernia yang berambisi di 156 kg. Sang atlet asal Venezuela gagal. Ini artinya, pertaruhan nilai tertinggi di snatch tinggal milik Rizki Juniansyah lawan Shi Ziyong (China).
Shi Zhiyong berhasil di percobaan pertamanya untuk 161 kg. Oleh karenanya, Rizki coba menantang di 162 kg. Atlet 21 tahun itu gagal. Ini membuat Rizki kini berjarak 6 kg dari rival utamanya.
Namun, selisih itu melebar di percobaan kedua Shi Zhiyong yang mampu mengangkat 165 kg. Attempt ketiga sang atlet China, 168 kg, gagal. Otomatis, Zhiyong juga gagal memperbaiki rekor Olimpiadenya yang 166 kg.




