Ada tiga pilar yang menjadi rekomendasi Lembaga PeTeBu, yakni; Revitalisasi pabrik gula yang sudah tua menjadi moderen.
Lalu memberikan insentif kepada Badan Usaha Milik Dartah (BUMD) Di provinsi dan kabupaten kota di Indonesia untuk membangun pabrik baru. Pun begitu dengan perluasan lahan tanaman Tebu.
Selanjutnya; melakukan pola Intensifikasi dan ekstensifikasi kebun tebu, agar benar-benar menjadi kebun tebu yang moderen, serta mampu mendongkrak income perkapita perekonomian masyarakat petani Tebu.
“Ini menjadi agenda utama kami, DPW PeTeBu Sumatera Utara untuk mendongkrak dan memajukan masyatakat petani tebu yang ada di Sumatera Utara khususnya dan Sumatera umumnya,” jelas Ridwan.
Momentum Kebangkitan
Mapanail Mewa; ketua DPP PeTeBu
Saat meresmikan kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sumatera Utara, mengatakan bahwa; hal tersebut merupakan momentum awal kebangkitan bagi DPW PeTeBu lainnya untuk membuka kantor yang ada di wilayah provinsi Sumatera.
Disadari bahwa, Lembaga PeTeBu baru seumur jagung [Dua Tahun] ada, pun begitu; dengan hadirnya lembaga ini akan menjadi penyeimbang untuk ikut andil menstabilkan harga gula di pasaran bersama pemerintah.
Pihak jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) akan terus memberi support, memotivasi untuk terus berkontribusi kepada DPW PeTeBu provinsi Sumatera Utara, terutama itu. Mapanail menjelaskan; khusus bagi para petani tebu, agar membimbing, membina dan arahan agar menjadi petani tebu berkelanjutan.




