oleh

Dinkes Aceh Tamiang Butuh 2500 Vaksin

Sebanyak 2500 vaksin sudah diusulkan ke provinsi peruntukan Forkopimda, Tenaga Medis dan Tokohasyarakat. “Insha Allah, dalam waktu dekat vaksin sudah tiba di Aceh Tamiang,” Begitu kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Aziz

Laporan | Syawaluddin

KUALASIMPANG (MA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Tamiang butuh 2500 unit vaksinasi dan siapkan 18 tempat untuk vaksinator, dari 15 Puskemas, dua rumah sakit, dan satu klinik Polres Aceh Tamiang untuk lokasi vaksinasi vaksin COVID-19.

Sebanyak 2500 vaksin sudah diusulkan ke provinsi peruntukan Forkopimda, Tenaga Medis dan Tokohasyarakat. “Insha Allah, dalam waktu dekat vaksin sudah tiba di Aceh Tamiang,” Begitu kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Aziz. Pada mediaaceh.co.id, Jumat, 29 Januari 2021 di Karang Baru.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Ibnu Aziz, S.KM

Selain 15 Puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan, ditambah dua Rumah Sakit yakni RSUD Aceh Tamiang dan RS Pertamina serta satu klinik di Polres disiapkan untuk lokasi vaksinasi vaksin Covid-19.

Penyebaran lokasi ini, kata Ibnu Azis, untuk memudahkan masyarakat yang akan divaksinasi. Mengingat, keberadaan Puskesmas tersebar di seluruh kecamatan.

Selain itu, 18 tempat ini juga untuk mengurai keramaian, sebagai langkah mematuhi protokol kesehatan. “Kalau cuma disediakan di satu atau dua titik, kasihan masyarakat yang berada di daerah, harus menempuh perjalanan jauh ke kota,” ujarnya.

Ibnu Aziz menjelaskan untuk pelaksanaan tahap awal vaksinasi Covid-19 akan melibatkan 92 vaksinator yang sudah diberi pelatihan. “Insya Allah vaksinator kita juga sudah siap, sudah kita bekali,” tukasnya.

Azis menambahkan, Dinkes Aceh Tamiang, telah mengusulkan 2500 vaksin Covid-19 ke provinsi. Tahap awal penggunaan vaksin ini, akan ditujukan untuk seluruh tenaga medis, Forkopimda, dan tokoh masyarakat.

“Usulan 2.500 vaksin disesuaikan dengan jumlah tenaga medis yang mencapai 2.400 orang dan 100 orang lagi untuk Forkopimda, dan tokoh masyarakat,” jelasnya.

Sejauh ini, usulan vaksin ini belum diterima karena masih diproses di provinsi. “Terakhir saya ke Banda Aceh Senin kemarin, saya sampaikan lagi kebutuhan vaksin kita. Tapi memang untuk semua daerah masih dalam proses,” kata mantan Direktur RSUD Aceh Tamiang ini.

Sesuai arahan pemerintah, penggunaan vaksin ini akan diutamakan untuk tenaga medis. Dengan pertimbangan, pihak yang bersentuhan langsung dengan pasien.
Selebihnya, akan digunakan untuk perwakilan Forkopimda Aceh Tamiang dan tokoh masyarakat. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..