“Kami sangat antusias dengan inisiatif ini. Digitalisasi pembayaran retribusi tidak hanya memudahkan pengunjung, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pendapatan daerah. Kami berharap, dengan adanya sistem ini, kunjungan wisatawan ke Monumen PLTD Apung akan semakin meningkat,” ujar Teuku Zulfikar.
Kata Dia, keunggulan Sistem Pembayaran Non-Tunai diantaranya Pengunjung dapat melakukan pembayaran dengan mudah melalui berbagai metode pembayaran elektronik, seperti kartu debit/kredit, e-wallet, atau QR code. Proses pembayaran menjadi lebih cepat dan mengurangi antrian. Semua transaksi tercatat dengan baik dan dapat diakses secara real-time. Sistem pembayaran menggunakan teknologi yang aman untuk melindungi data pribadi.
Tidak hanya itu Bank Aceh juga berpartisipasi penuh pada penyedian Entry Gate dan sistem ticketing bagi pengunjung PLTD Apung sehingga semua kedatangan terhitung oleh sistem dan memudahkan pengelola bisa mengawasi pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Bank Aceh juga menyediakan QRIS bagi UMKM/pedagang yang berjualan di PLTD Apung.
“Dengan adanya sistem pembayaran non-tunai ini, diharapkan kunjungan wisatawan ke Monumen PLTD Apung akan semakin meningkat dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Kota Banda Aceh,” tutupnya. [Syawaluddin].




