Banda Aceh Kota Tua yang Penuh Sejarah

Senin, 1 Juli 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat politik dan sosial Dr. Usman Lamreung,M.Si.

Pengamat politik dan sosial Dr. Usman Lamreung,M.Si.

BANDA ACEH (MA) Banda Aceh salah satu kota tertua di Indonesia, kini telah berusia 819 tahun. Dulu, kota Banda Aceh ini merupakan pusat dari Kesultanan Aceh Darussalam, sebuah kerajaan besar yang berdiri di ujung barat Sumatera, kata Dr. Usman Lamreung,M.Si pada media lewat siaran persnya, Senin, (1/7).

Usman menyebutkan, kesultanan ini didirikan dan dipersatukan oleh Sultan Ali Alaidin Mughayat Syah pada tahun 1514.

BACA JUGA...  Ijeck Calon Tunggal Ketua MPW PP Sumut 

Pada masa kejayaannya, jelas Usman Lamreung, kesultanan Aceh Darussalam dikenal dan disegani, bahkan berhasil menaklukkan banyak daerah hingga ke Semenanjung Malaka.

Warisan dari Kesultanan Aceh Darussalam masih dapat ditemukan hingga kini, seperti situs sejarah, cagar budaya, batu nisan, dokumen-dokumen, benda bersejarah, pusaka, dan berbagai bukti peradaban lainnya. Semua ini menjadi identitas dan dasar pijakan untuk menyongsong peradaban masa kini dan masa depan yang lebih baik.

BACA JUGA...  Terakhir Ganjar Pranowo Sebagai Gubernur Jawa Tengah, PDI-P Aceh Gelar Nonton Bareng 

Penting bagi para pemangku kekuasaan untuk menjaga, merawat, dan memelihara peninggalan-peninggalan ini. Selain itu, perlu dilakukan kajian dan riset yang mendalam sebagai dasar untuk merumuskan kebijakan pembangunan sosial, politik, budaya, ekonomi, dan pendidikan di masa kini, ujarnya.

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, kata Usman, telah merencanakan dan melaksanakan revitalisasi Peunayong sebagai Kota Tua, pusat kuliner, dan taman kota. Upaya ini merupakan langkah yang baik dengan tujuan untuk menata pembangunan wisata sejarah dan kuliner. Namun, sayangnya, penataan Peunayong tidak berjalan tuntas sesuai dengan rencana. Pasar tradisional telah direlokasi ke Pasar Al Mahirah, yang menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa Pemko tidak menyelesaikan penataan dan revitalisasi Peunayong?. Saat ini, Peunayong terlihat kumuh dan tidak terurus.

BACA JUGA...  Pendaftaran Mini Vlog TikTok Wisata Sejarah Kota Sabang Diperpanjang, Buruan Daftar

Berita Terkait

Ambal Warso Ke-32 : Lestarikan Budaya Jawa
Firdaus: Kita Harus Kolaborasi 
Zurich Perkuat Layanan, Resmikan Kantor Baru di Batam
HUT ke-81 RI, SPS dan Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh
Semarak HUT ke-81 RI, Geuchik Ranto Panyang Raih Juara II Lomba Dakwah
Karya Jurnalistik Warnai HUT RI ke-81 di Aceh Tengah, Ini Nama Pemenang 
Besok! Ribuan Pelajar Meriahkan Karnaval HUT RI ke-81 di Kota Panton Labu
Relawan Nusantara Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Ambal Warso Ke-32 : Lestarikan Budaya Jawa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Firdaus: Kita Harus Kolaborasi 

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Zurich Perkuat Layanan, Resmikan Kantor Baru di Batam

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:50 WIB

HUT ke-81 RI, SPS dan Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Geuchik Ranto Panyang Raih Juara II Lomba Dakwah

Berita Terbaru

Nelayan Pesisir Asel  Deklarasikan Penjagaan Laut.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

LINTAS BARAT - SELATAN

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:05 WIB

PEMERINTAHAN

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agu 2026 - 20:45 WIB

PENDIDIKAN

Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul

Senin, 24 Agu 2026 - 20:31 WIB

PEMERINTAHAN

Taufik Jadi Plt Sekda Aceh

Senin, 24 Agu 2026 - 20:24 WIB