BPBD Aceh Utara mencatat sebanyak 124.549 kepala keluarga atau 433.064 jiwa terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 19.047 Kepala Keluarga (KK) atau 67.876 jiwa terpaksa mengungsi di 210 titik lokasi pengungsian.
Di sektor pendidikan, banjir berdampak pada 74.383 siswa dan 9.071 guru. Sementara itu, korban meninggal dari lingkungan pendidikan terdiri atas satu kepala sekolah, satu guru, dua tenaga pendidik, dan tiga siswa.
Kerusakan infrastruktur dan permukiman juga cukup signifikan. Tercatat 72.364 rumah terendam, 3.506 rumah hilang, 6.236 rumah rusak berat, 16.325 rusak sedang, dan 20.280 rumah rusak ringan.
Banjir turut menyebabkan 11.929 hektare lahan padi puso dan 10.674 hektare tambak terdampak akibat banjir dan lumpur. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada jalan, tanggul sungai, jembatan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, perkantoran, rumah ibadah, pesantren (dayah) serta sektor perkebunan, perikanan, peternakan dan UMKM.(Sayed Panton)




