Sayangnya, orang-orang yang ditunjukkan oleh Gubernur Aceh sekarang yakni Mualem selaku Ketua DKS sepertinya tidak cocok dengan Kepala BPKS saudara Iskandar Zulkarnain. Sehingga, muncullah ketidak harmonisan antara Wakil Kepala dan beberapa Deputi hingga pada akhirnya mereka pecah kongsi serta melayangkan mosi tak percaya.
Mosi tak percaya telah diserahkan kepada pemerintah Aceh yang diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir beberapa waktu lalu. Nah, tinggal sekarang publik menunggu kebijakan dan tanggapan Ketua DKS Muzakir Manaf, kiranya langkah apa yang akan diambil atas mosi tak percaya tersebut.
Terkait kisruh yang terjadi dalam manajemen BPKS ini, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang Indra Nasution angkat bicara, ia menyayangkan polimik yang terjadi dalam tubuh BPKS, DPRK Sabang mendorong agar segera diselesaikan kisruh secara bijak tanpa diumbar ke ruang publik.
“Kami mendorong agar segera diselesaikan polimik secara baik tentu tanpa harus diumbar ke ruang publik. Pasalnya, kalau manajemen BPKS terus seperti ini kapan Sabang bisa maju dan yang dirugikan adalah masyarakat Sabang,” ungkap Indra Nasution, Jum’at (29/07/2025).
Menurut Indra, bagi masyarakat Sabang tidak masalah siapapun mencari rezeki di Sabang, tapi harus mampu membuat suasana kondusif dan sejuk. Masyarakat Sabang merupakan masyarakat yang hidup dalam kedamaian tidak pernah merasakan hal-hal yang aneh, jadi BPKS harus menunjukkan keharmonisan dalam manajemennya bukan malah bikin ribut, harap Politisi Partai Demokrat ini.




