Akibat Komisi di DPR Aceh Dikuasai KAB, Partai Demokrat dan Partai Golkar di Khianati

Kamis, 4 Mei 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh  I AP—Forum komunikasi anak bangsa (FORKAB) menilai, mulai ada kekuatan baru oposisi yang di bentuk oleh Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) di DPRA. Hal ini nampak setelah reposisi alat kelengakapan dewan di umumkan dan semua di dominasi oleh partai yang tergabung dalam Koalisi Aceh Bermartabat.(KAB) dan Partai Demokrat dan Partai Golkar kembali di khianati.

Polem Muda Ahmad Yani Ketua Forkab Aceh melalui Sekjend Muzakir Meukek menilai bahwa, pernyataan Mualem atau Muzakir Manaf sebagai ketua DPA Partai Aceh yang tidak berpikir akan membentuk koalisi oposisi, pasca kemenangan pilkada aceh 2017.

Hal ini nampak secara berterang bahwa secara tidak langsung Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) mulai membentuk kekuatan baru di Parlemen, dengan secara tidak langsung opisisi telah memborong kekuasaan jabatan di DPRA, ujarnya pada AP.

“ Anggota inti KAB yang dimaksudkan Mualem adalah Partai Aceh (PA), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) “.

BACA JUGA...  Abrasi Semakin Meluas di Aceh Selatan, Pemerintah Harus Serius

Menurut penilaian Muzakir Meukek selaku Sekjend Forkab Aceh, bahwa  kondisi ini sangat kita sesalkan di mana pasca pilkada 2017. Partai yang hengkang dari KAB tidak mendapat posisi pembagian alat kelengkapan di DPRA, salah satunya Partai Demokrat (PD), Partai  Nasdem, dan Partai Golkar. Para Partai-partai ini punya hak Jabatan posisi di komisi yang seharusnya karena Fraksi penuh, selain dari Partai Aceh (PA).

Secara aturan main, setelah 2 ½  tahun harus reposisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD), dalam menempatkan AKD harus menimbangkan azas keterwakilan Partai, yang nota benenya adalah mempunyai hak yang sama azas pemerataan, kata Muzakir.

Lebih lanjut Sekjend Forkab Aceh menilai, dengan adanya pemerataan maka kerja partai akan lebih bagus, daripada kelompok dominan yang mengatur. Selama ini mereka (partai penguasa) juga mau dominan, tetapi mereka tidak punya kapasitas untuk bekerja secara maksimal di AKD.

BACA JUGA...  Kalahkan Dua Rivalnya, Hamdani Mahmud Unggul di Pilchiksung Dayah Nibong

Oleh karena itu perlu disuarakan, pasalnya selama ini pimpinan AKD di DPRA didominasi oleh satu partai yaitu Partai Aceh (PA). Dominasi PA pada tingkat komisi yaitu, Badan Legislatif (Banleg), dan Badan Kehormatan Dewan (BKD). Reposisi kali ini harusnya berubah dan ada perimbangan hak yang sama dan azas pemerataan serta keadilan untuk partai yang lain, gunanya agar tercipta politik yang dinamis di DPRA, ujarnya pula.

AKD yang terjadi saat ini seharusnya jadi momen untuk kembali membangun kepercayaan publik terhadap lembaga dewan. Dan jangan jadikan reposisi tersebut sebagai dampak dari adanya persoalan partai pasca pilkada 2017. Kondisi ini jelas secara tidak lansung terlihat bahwa Koalisi Aceh Bermartabat masih setengah hati dalam bersikap kepada koalisi, seperti pernyataan mualem sebagai ketua KAB kepada publik.

Ditambahkannya, PA sebagai penguasa Parlemen di DPRA harus bersikap bijak dalam hal membangun Aceh bersama-sama. Tentunya hal ini memang tidak berpengaruh bagi Pemerintah Irwandi – Nova, namun sikap koalisi ini yang kini telah menjadi pembicaraan publik disebabkan opisisi yang di bangun secara tidak langsung dan lahirnya jabatan baru hasil reposisi AKD DPRA dari KAB, tukas Sekjen Forkab Muzakir.

BACA JUGA...  Marak Penipuan Mengatasnamakan Haili Yoga dan Muchsin Hasan

Adapun susunan Alat Kelengkapan Dewan di DPR Aceh adalah sebagai berikut, Komisi 1: Ketua Ermiadi ST Wakil Drs Asib Amin. Sekretaris Tgk Harun S.Sos. Komisi 2 : Ketua Nurzahri, ST wakil Ramadhana Lubis Sekretaris Tgk Sulaiman. Komisi 3: Ketua Efendi Wakil H Murdhani Sekretaris Hj Ir Liswani. Komisi 4 : Ketua Tgk Anwar Ramli S.Pdi Wakil Asrizal H Asnawi Sekretaris Zulfadli ST. Komisi 5 : Ketua Al Fatah S.Ag wakil  Drs Maryati Sekretaris Hj Siti Nahziah. Komisi 6 : Ketua Rudi Fatahul Hadi Wakil H Sulaiman Ali Sekretaris Zainuddin. Dan Komisi 7 : Ketua Ust Ghufran wakil Mussanif. Sekretaris  Aisyah Ismail Daud. (jalal)

Berita Terkait

Zulkifli Anggota DPRK Aceh Utara Dukung Penuh Kepemimpinan Ilham Pangestu 
Ilham Pangestu Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Timur
HUT ke-62 Golkar, Andar Amin: Kami Terus Berbuat untuk Kesejahteraan Rakyat
Teuku Kamaruzzaman Kembali Pimpin IKAKUM USK 2026–2031
DPP PA Gelar FGD, Lukman Hakim: Pentingnya Ideologi Ke Acehan 
Kamalul Pimpin Partai Golkar, Targetkan Enam Kursi dan Rebut Ketua DPRK Aceh Selatan 
PA Sukses Gelar Pendidikan Politik untuk Anggota
Musda Golkar Asel, Kamalul Resmi Mendaftar
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Zulkifli Anggota DPRK Aceh Utara Dukung Penuh Kepemimpinan Ilham Pangestu 

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Ilham Pangestu Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Timur

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:20 WIB

HUT ke-62 Golkar, Andar Amin: Kami Terus Berbuat untuk Kesejahteraan Rakyat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Teuku Kamaruzzaman Kembali Pimpin IKAKUM USK 2026–2031

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:08 WIB

DPP PA Gelar FGD, Lukman Hakim: Pentingnya Ideologi Ke Acehan 

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asel HMW (pakai rompi)  didampingi Sekdakab Diva Samudra Putra dan Dandim 0107/Asel Letkol (Inf) Andrino Lubis menjelaskan tentang penanganan banjir di Trumon, Jumat, (30/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:24 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM saat melantik pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Aceh Utara, Jum'at, (30/10).

PEMERINTAHAN

Lantik 10 Pejabat, Ayah Wa Tegaskan Jabatan Bukan Hadiah

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:02 WIB

Anggota DPRK Aceh Selatan Mistan Aulia (tengah) asal Kluet Timur memberikan support saat personil TNI mengerjakan pembangunan jembatan di daerah pedalaman Aceh Selatan.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Mistan Aulia Apresiasi TNI Bangun Jembatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:45 WIB