“Selamat atas amanah baru ini, semoga tetap istiqamah dan menjadi bagian penting dalam mengawal pembangunan Aceh yang berpihak pada rakyat,” ucap Abu Salam sembari menjabat erat tangan sahabatnya itu.
Hubungan keduanya bukanlah hubungan formal belaka, melainkan persahabatan panjang yang telah teruji dalam berbagai dinamika pembangunan Aceh.
Di tengah amanah barunya, Mahdi tetap menjadi tempat Abu Salam bertukar ide dan berbagi kegelisahan tentang arah pembangunan yang berkeadilan.
Silaturahmi tersebut juga menjadi ruang kontemplasi dan harapan.
Abu Salam menitipkan pesan agar pelaksanaan pembangunan ke depan, di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh sekaligus Panglima Tertinggi KPA, Muzakir Manaf (Mualem), benar-benar mengarah pada terwujudnya cita-cita besar Aceh: menjadi wilayah yang Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan.
“InsyaAllah, dengan niat yang tulus dan kolaborasi yang kuat, kita bisa mengantarkan Aceh ke masa depan yang lebih baik. Dan Mahdi adalah bagian dari semangat itu,” tutur Abu Salam.
Menanggapi itu, Mahdi mengungkapkan rasa harunya atas kunjungan sahabatnya tersebut.
“Dalam tugas yg telah diberikan, kehadiran Abu Salam membawa energi yang berbeda. Silaturahmi ini bukan hanya pertemuan biasa, tapi penguat niat bahwa pembangunan Aceh harus dijalankan dengan jiwa, bukan hanya logika,” ucap Mahdi.




