SIGAP Menilai Tanggapan Bupati Aceh Besar Tendensius dan Offside

Sabtu, 14 Desember 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (MA)- Menanggapi arah kebijakan Wali Kota Banda Aceh mengenai pengembangan Ibukota Banda Aceh, Ketua Dewan Pengurus Daerah Solidaritas Generasi Aceh (DPD SIGAP) Kota Banda Aceh, Mulyadi Thaib menjelaskan, bahwa tanggapan balasan yang disampaikan oleh Bupati Aceh Besar malah terlihat sedikit offside dan tidak professional, karena telah ikut menilai dan menghakimi secara subjektif dan tendensius akan kegagalan Wali Kota Banda Aceh dalam membuat terobosan pembangunan, misalnya terkait persoalan air minum PDAM yang sarat dengan masalah dan belum selesai, dan lain sebagainya.

“Kritikan ini menurut Ketua DPD SIGAP Kota Banda Aceh, sangat tidak perlu ditunjukkan oleh sesama pejabat publik selevel Bupati Aceh Besar yang menilai dan menghakimi kegagalan Wali Kota daerah lain,” ujar Mulyadi kepada media ini, Sabtu 14 Desember 2019 di Banda Aceh.

BACA JUGA...  Beri Arahan pada Sertijab Camat, Pj Bupati Tekankan Pentingnya Tahapan Pemilu

Menurutnya, tanggapan Bupati Aceh Besar diluar dugaan dan perkiraan semua pihak, sehingga banyak yang menilai itu sikap tendensius dan tidak produktif bagi pencerdasan publik. Karena apapun alasannya tidak patut saling menyerang, karena masing-masing kepala daerah memiliki prestasi dan kukurangannya yang tidak bisa dibandingkan dengan daerah apple to apple.

“Seumur hidup, kita belum pernah mendengar pejabat kepala daerah lain yang secara vulgar mengkritisi dan menvonis kegagalan daerah lain dan ini contoh pertama yang diperlihatkan Mawardi selaku Bupati Aceh Besar. Kita nilai sikap itu emosional sehingga offside dan malah menurunkan citra Bupati. Apalagi mereka di usung dan di dukung oleh Kader Partai Amanat Nasional (PAN) untuk maju menjadi kepala daeeah. Ini kok malah aneh,” ungkap Mulyadi.

BACA JUGA...  Bappeda Aceh Selatan Sosialisasikan Coaching Klinik Pojok Rencana 

“Kita harap Wali Kota Banda Aceh tidak usah menanggapi kritikan Bupati Aceh Besar dan anggap saja itu sebagai angin lalu, karena baru menjabat sebagai bupati dan masih terlihat gamang dan kurang professional,” harapnya.

Oleh karena itu Mulyadi menilai, Bupati Aceh Besar ikut menyadari bahwa itu sebuah kebijakan sebelumnya dan merupakan politikal will masing-masing kepala daerah dalam pengembangan kemajuan wilayahnya yang secara politik itu sah-sah saja di era demokratis, nanti tergantung kemampuan masing-masing dalam melobi dan berargumentasi meyakinkan pemerintahan pusat dan pihak kementerian terkait.

“Jadi tidak usah menunjukkan sikap yang offside dan malah menampakkan sikap kepanikan, emosional dan provokatif,” ungkap Mulyadi.

“Dengan beredarnya video kritikan dari pernyataan Mawardi Ali, Mulyadi mengharapkan semua pihak agar tidak larut dalam polemik dan mengganggu harmonisasi atau hubungan baik masing-masing kepala daerah yang bertentangga ini. Karena harmonisasi dari suatu kerjasama daerah tetangga secara positif, yaitu Aceh Besar dan Banda Aceh akan menentukan percepatan pembangunan untuk saling merekatkan persatuan dan kekompakkan untuk sama-sama membangun daerahnya,” harapnya.

BACA JUGA...  Tani Merdeka Aceh Besar Gelar RAKERDA

Lebih lanjut Mulyadi mengatakan, jikalaupun ada gesekan dan interest kepentingan politik yang sama saling berseturu, penting untuk bisa menunjukan sikap kedewasaan dan professionalitas masing masing dalam bersikap agar bisa mengedukasi publik.

“Jangan libatkan masyarakat dalam konflik kebijakan elit yang malah kita khawatirkan menimbulkan kesenjangan sosial dan polarisasi kesukuan masing-masing daerah untuk saling membeci. Biarkan elit menyelesaikan sendiri masalahnya tanpa melibatkan massa dengan melakukan provokasi di medsos,” tutup Mulyadi. (R)

Berita Terkait

Aceh Tengah Terima Anggaran Pusat 2.6 Miliar 
Jalan Lintas Dua Kecamatan Rusak Parah di Aceh Selatan 
Ayah Wa Menangis, Kafilah MTQ Aceh Utara Diguyur Apresiasi
Haili Yoga: Awasi Anak-Anak Kita
Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut
APBK Aceh Tengah Perubahan Tahun 2026 Bertambah 
Ayah Wa: Kita Perjuangkan KK Gantung
Plt Sekda Aceh Minta Rehab-Rekon Segera Dipacu

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Aceh Tengah Terima Anggaran Pusat 2.6 Miliar 

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Jalan Lintas Dua Kecamatan Rusak Parah di Aceh Selatan 

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Ayah Wa Menangis, Kafilah MTQ Aceh Utara Diguyur Apresiasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Haili Yoga: Awasi Anak-Anak Kita

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut

Berita Terbaru

Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Czi Rudi Hariyanto saat membaca amanat Panglima TNI pada upacara HUT TNI Ke-80 tahun 2026.

MILITER

Peringatan HUT TNI Ke-80, Veteran Terima Santunan 

Senin, 5 Okt 2026 - 18:16 WIB

Bupati Aceh Tengah saat terima dana rehab pasar dari pemerintah pusat.

PEMERINTAHAN

Aceh Tengah Terima Anggaran Pusat 2.6 Miliar 

Senin, 5 Okt 2026 - 18:05 WIB

Kondisi badan jalan yang sangat parah di atas lereng gunung di lintasan dua kecamatan Kluet Tengah dan Kluet Timur.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Jalan Lintas Dua Kecamatan Rusak Parah di Aceh Selatan 

Senin, 5 Okt 2026 - 17:50 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa) saat membaca amanat dihadapan para Forkompinda Aceh Utara terkait keberhasilan putra-putri Aceh Utara di tingkat daerah dan nasional dengan nada yang terharu dan terpancar dengan mata berkaca-kaca., Senin (5/10).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Menangis, Kafilah MTQ Aceh Utara Diguyur Apresiasi

Senin, 5 Okt 2026 - 17:42 WIB