Cegah Kaki Gajah, Siswa MAN 4 Aceh Utara Serentak Minum Obat

Kamis, 7 November 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lhoksukon, (MA) – Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Aceh Utara Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara secara serentak minum obat yang dibagikan gratis oleh petugas Puskesmas Matangkuli. Kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi tentang eliminasi atau pencegahan  penyakit Kaki Gajah (Filariasis).

PJ UKM Puskesmas Matangkuli, Ners Halimah, S.Kep. saat mensosialisasikan dan memberikan obat penyakit Kaki Gajah di Musalla MAN 4 Aceh Utara, Kamis (7/11/2019), mengatakan salah satu penyebab penyakit Kaki Gajah ini adalah gigitan nyamuk Anopheles yang merupakan jenis nyamuk yang mampu membawa Cacing Filaria.

“Ada tiga spesies Cacing Filaria, yaitu, Wuchereria Brancofti, Brugia Malayi, dan Brugia Timori. Cacing ini berukuran sangat kecil dan bentuk menyerupai benang yang bisa hidup di dalam saluran getah bening selama 4 sampai 6 tahun,” sebutnya.

Dikatakan, Cacing ini kemudian berkembang biak di dalam tubuh dan menghasilkan jutaan anak cacing yang beredar di dalam darah dan menyumbat, sehingga mengakibatkan pembengkakan bagian tubuh atau panyakit yang sering dikenal dengan nama Kaki Gajah (Filariasis).

BACA JUGA...  Selama 14 Hari, Polres Abdya Laksanakan Operasi Zebra Rencong

“Penyakit kaki gajah ditularkan dari seseorang yang dalam darahnya terdapat anak cacing (Mikrofilaria) kepada orang lain melalui gigitan nyamuk,” ujarnya.

Lanjutnya, Gejala yang ditimbulkan ialah demam berulang 1 sampai 2 kali atau lebih dalam sebulan selama 3 sampai 5 hari. Demam bisa sembuh meskipun tanpa mengkonsumsi obat. Kemudian timbul benjolan dan terasa nyeri pada lipatan paha atau ketiak. Bisa juga timbul bisul  yang kemudian pecah mengeluarkan nanah atau darah. Cara kita mengetahui seseorang menderita penyakit Kaki Gajah dengan memeriksa darah.

“Pencegahan penyakit kaki gajah di Aceh Utara harus disosialisaikan secara berantai oleh Puskesmas dan pihak sekolah. Selain itu, penyakit Kaki Gajah juga bisa dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan kelambu saat tidur, menguras atau menutup rapat tempat-tempat penampungan air, membersihkan genangan air yang dapat menjadi perkembangbiakan nyamuk, dan meminum obat pencegahan penyakit Kaki Gajah,” ucap Halimah.

BACA JUGA...  Tinjau Pengrajin Ulos, Satgas TMMD Kodim 0207/Sml Tambah Ilmu Ekonominya

Lebih lanjut, Halimah mengatakan bahwa kegiatan pemberian obat penyakit Kaki Gajah secara gratis diadakan setiap tahun dan tahun ini merupakan tahun kelima diadakan kegiatan ini.

Diharapkan dengan adanya sosiaslisasi pembagian obat penyakit gajah dapat diantisipasi. Karena penyakit Kaki Gajah bisa menyerang siapa pun, baik orang tua maupun anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, dan apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, kantong buah zakar, payudara, dan alat kelamin.

Sementara itu, Kepala MAN 4 Aceh Utara, Faisal, S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa hari ini pihak sekolah bekerja sama dengan puskesmas untuk pencegahan penyakit kaki gajah. “Alhamdulillah pada hari ini, telah terlaksana kegiatan pemberian obat penyakit Kaki Gajah kepada seluruh siswa-siswi MAN 4 Aceh Utara, kelas 10 sampai kelas 12. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama pihak sekolah dengan puskesmas matangkuli,” ujarnya.

BACA JUGA...  Sanggar Seni Putroe Meulu SMP Swasta Muhammadiyah 7 Panton Labu Tampil di PKA Ke - 8

Ketua OSIM, Murzani mengatakan bahwa siswa-siswi MAN 4 Aceh Utara menyambut baik kedatangan petugas Puskesmas Matangkuli ke sekolah.
“Kami senang dengan kedatangan petugas Puskesmas Matangkuli ke sekolah untuk melakukan kegiatan sosialisasi dan pemberian obat Kaki Gajah kepada semua siswa-siswi. Melalui kegiatan ini siswa-siswi MAN 4 Aceh utara mendapat pengetahuan tentang penyakit Kaki Gajah dan cara pencegahnya,” Ujar Murzani.

Selain pemberian obat Kaki Gajah secara gratis, pihak Puskesmas Matangkuli juga memberikan tablet tambah darah, khusus untuk siswi. Hal ini dilakukan agar siswi bisa lebih berstamina dalam melaksankan kegiatan di sekolah. Pungkasnya. ( ril ).

Berita Terkait

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara
Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Berita Terbaru