Kekurangan Mobiler, Komite Sekolah Ini Minta Bantuan Kepemerintah

Sabtu, 5 Oktober 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa-siswa SD Negeri 2 Kuala Batee mengikuti prosesi belajar mengajar

Siswa-siswa SD Negeri 2 Kuala Batee mengikuti prosesi belajar mengajar

Abdya (ADC) – Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Kuala Batee, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh masih kekurangan mobiler sebagai sarana pendidikan. Satuan pendidikan dasar ini pun berharap perhatian dari Pemerintah Kabupaten setempat.

Harapan tersebut disampaikan ketua Komite Sekolah, Azhar, kepada awak media, Sabtu, 5 Oktober 2019. Menurutnya, sejak tahun 2015 lalu, sekolah yang mayoritas siswanya dari keluarga tidak mampu itu tidak pernah mendapatkan bantuan mobiler berupa kursi dan meja dari Pemkab Abdya melalui instansi terkait.

BACA JUGA...  25 KK Penerima Renovasi RTLH di Wilayah Koramil 04/SB Kel. Banjar Kec.Siantar Barat

“Kondisi mobile sekolah saat ini memang bisa dikatakan sangat tidak layak, banyak meja dan kuris sudah rusak, kita sangat mengharapkan bantuan itu,” tegas Azhar.

Disebutkan, saat ini mobiler yang dimiliki sekolah jumlahnya sangat terbatas. Sehingga, sekolah itu membutuhkan kursi dan meja paling tidak untuk dua kelas sebanyak 80 set. “Mobiler yang ada banyak yang rusak dan lapuk dimakan waktu,” jelas Azhar.

Senada dengan Azhar, Kepala SD Negeri 2 Kuala Batee, Salmin saat ditanya awak media ini juga membenarkan hal tersebut. Disebutkannya, saat ini untuk memenuhi kebutuhan mobile tersebut, dirinya berencana meminjam mobiler pada salah satu sekolah menengah pertama diwilayah tersebut.

BACA JUGA...  Transaksi Selama PON Aceh Mencapai Rp 8,6 Triliun

“Kita berencana meminjam pakaikan kursi dan meja dari SMP, nanti kita minta dulu, kalau bisa mungkin bisa kita gunakan untuk beberapa bulan kedepan,” kata Salmin.

Selain bantuan untuk mobiler, lanjut Salmin, pihaknya juga mengharapkan penjaga sekolah yang ada saat ini untuk di-SK-kan. “Kita punya kendala pada penjaga sekolah, beliau ini sudah lama mengabdi di sekolah ini, tapi SK nya untuk tuhan ini tidak ada, untuk honornya terpaksa kita patungan dari dana BOS,”sebut Salmin.

BACA JUGA...  PJ Sekda Galus dan Sialnya Petaka ‘Upeti’ Kasbon DPKD

Pada kesempatan itu, Salmin juga menyebutkan, semenjak dirinya dipercayakan untuk memimpin sekolah itu sudah banyak yang berubah. “Kita berharap dukungan dari semua pihak untuk terus memajukan sekolah kebanggan kita ini, kami berkomitmen tetap terus berusaha yang terbaik,” sebut Salmin.(TM).

Berita Terkait

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara
Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat terima pompa air foto bersama dengan Mendagri Tito Karnavian, Selasa (3/11).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Rabu, 4 Nov 2026 - 07:54 WIB