Bendera Alam Peudeung Berkibar di Haul Teungku Chik Dibitai

Rabu, 28 Agustus 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Bendera kebesaran kerajaan Aceh Darussalam, Alam Peudeung yang merupakan simbol pemersatu rakyat, kembali berkibar pada saat perayaan Hari Ulang Tahun (Haul) 494 Teungku Chik Dibitai, yang berlangsung di kompleks makam Desa Bitai, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Kamis 28 Agustus 2019.

Teungku Chik Dibitai bernama lengkap Selahuddin, merupakan seorang Jenderal Perang dari Kerajaan Turki Ustmani. Ia dikirim ke Aceh sekira tahun 1500 masehi, untuk melatih ilmu pedang dan perang.

BACA JUGA...  Dalam Program TMMD di Bah Sorma Berjalan Lancar, Warga Ikut Membantu

Demikian penjelasan singkat Teungku Chik Dibitai yang disampaikan, Ketua Panitia Muhammad Alfarisi dalam mengawali sambutannya.

Menurut Alfarisi, peringatan Haul bermaksud untuk memberi pemahaman kepada masyarakat. Bahwa hubungan harmonis Aceh dan Turki telah berlangsung ratusan tahun.

Ia juga menjelaskan, terkait berkibarnya bendera Alam Peudeung di lokasi makam Teungku Chik Dibitai, bahwa bendera dimaksud merupakan simbol pemersatu dan acap digunakan oleh kerajaan Aceh dimasa lampau.

BACA JUGA...  Menggerakkan Mesin Birokrasi Bumi Muda Sedia

“Hubungan diplomatik Aceh dan Turki terjalin sejak masa Sultan Alaidin Riyatsyah. Iskandar Muda juga alumi Turki. Simbol perekat rakyat Aceh dimasa itu adalah bendera Alam Peudeung, sehingga bendera ini relevan sepanjang zaman,” kata Alfarisi.

Hal senada juga diutarakan Ketua Ikatan Mahasiswa Aceh Turki (IKMAT), Muhammad Haikal. Katanya, Alam Peudeung sudah sepatutnya dijadikan bendera Aceh. Sebagaimana diatur dalam UUPA, buah perundingan damai di Helsinky.

Selain itu, dia juga menyebutkan, persaudaraan Aceh dan Turki terus berlangsung dan perlu dilestarikan. Haul ini menunjukkan betapa orang Aceh menghargai jasa jenderal perang Turki dimasa itu.

BACA JUGA...  Ketua Korwil IV Forkab Aceh Minta Wakil Rakyat Fokus Perekonomian Masyarakat

Pelaksaan Haul sendiri diawali dengan Samadiah dan doa secara bersama-sama. Kemudian, shalawat badar berkumandang dan dilanjutkan beberapa sambutan dan puncaknya tausiah dari Ustadz Amir Hamzah.

Tampak hadir sejumlah pejabat teras Aceh. Pemko Banda Aceh dan sejumlah pimpinan Ormas maupun tokoh masyarakat, agama dan cendikiawan. (Ahmad Fadil/R)

Berita Terkait

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara
Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Berita Terbaru

Satgas PB Asel melaksanakan gotong royong membersihkan Fasum dan rumah warga di Trumon, Kamis, (5/11/2026).(Foto/mediaaceh.co.id,/istimewa).

MILITER

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:05 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membesuk korban dugaan kekerasan di rumah sakit Pidie.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 Nov 2026 - 19:57 WIB