PNA Gabung ke KAB Jilid II, Forkab Kecewa

Rabu, 10 Juli 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Bergabungnya Partai Nanggroe Aceh (PNA) kedalam Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) Jilid II yang digagas oleh Partai Aceh (PA), merupakan bentuk kebijakan premature PNA terhadap Partai Koalisi pendukung pasangan Irwandi-Nova sebagai Cagub dan Cawagub  Aceh Periode 2017-2022. 

Hal itu disampaikan Polem Muda Ahmad Yani, selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh kepada media mediaaceh.co.id, Selasa 9 Juli 2019.

Polem kembali menegaskan, bahwa sikap dan loyalitas Forkab tetap pada komitmen bersama dengan partai koalisi pendukung yaitu, PDI P, Demokrat. PDA, PKB dan minus PNA, untuk mendukung penuh pasangan Irwandi-Nova sebagai Cagub dan Cawagub Aceh.

“Kita tetap konsisten mempertahankannya, tanpa ada niat sekalipun untuk menikung dari belakang dengan bergabung bersama lawan politik,  apalagi untuk lebih memilih menghianati teman partai koalisi Irwandi- Nova,” tegas Polem.

Polem juga mengatakan, komitmen ini tetap dipegang oleh Forkab, karena semenjak awal Irwandi Yusuf selaku pendiri dan Ketua MPT PNA maju dan mengajak Forkab bergabung di barisan pemenangan, Irwandi senantiasa meminta Polem bersungguh-sungguh dengan partai koalisi lainnya untuk mengawal janji-janji kampanye, guna terealisasinya visi dan misi Pemerintahan Irwandi-Nova Iriansyah secara tuntas selama 5 tahun kepemimpinannya tanpa ada meninggalkan partai koalisi Pemerintah. 

BACA JUGA...  Kemenkeu RI Gelar Diseminasi Dana Desa di Abes

“Untuk itu, pesan dan amanah ini senantiasa kami jaga bersama partai pengusung dan pendukung Irwandi-Nova,” katanya.

Selain itu, Polem juga mengungkapkan, pasca terjerat dan vonis bersalah Gubenur Aceh Irwandi Yusuf dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tanpa ada lagi menunggu hasil putusan banding, dirinya mengaku heran dengan menyebrangnya PNA ke Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) jilid II yang di inisiasi dan diketuai oleh Muzakir Manaf (Mualem) yang notabenenya adalah, lawan politik pada saat bertarung di Pemilihan gubernur (Pilgub) kemarin.

“Dan partai ini juga yang paling keras ribut dengan Irwandi di masa awal tahun menjabat, dikala pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2018 lalu, yang berujung sampai APBA di Pergubkan,” ungkap Polem Muda.

BACA JUGA...  Serangan DDoS Ancam Kemerdekaan Pers: Puluhan Media Angkat Kasus Korupsi RSUD Tigaraksa Lumpuh Diserang Hacker

Oleh karena itu, Forkab menganggap, upaya perlawanan politik PNA yang lebih memilih memperkuat barisan Mualem, sebagai langkah serius PNA untuk menyusun kekuatan baru demi kepentingan politik Mualem agar sukses bertarung di Pilgub yang akan datang.

Menyikapi arah politik PNA, Polem menilai, sungguh langkah politik PNA meninggalkan teman koalisi, sebagai kebijakan politik cukup premature dan diluar perkiraan kita semua.

“Artinya, tanpa ada angin maupun hujan, PNA seolah kian sembrono dan gegabah memilih dalam menentukan arah koalisi yang seakan ingin mengumumkan “perang” secara terbuka dengan pemerintahan saat ini atas kepemimpinan Plt Gubenur Aceh Nova Iriansyah,” ujar Polem.

Lanjut Polem Muda menambahkan, andaikan saja PNA mau bersabar sejenak, Polem selaku Ketua Umum DPP Forkab Aceh, akan ikut berjuang untuk menjumpai Nova Iriansyah dan mendesak Plt Gubernur Aceh untuk memilih dan mengambil kader terbaik PNA yang menjadi wakilnya kelak, jika Irwandi kalah diputusan banding. “Tapi, apa boleh buat, ibarat nasi telah menjadi bubur”. Artinya, semua sudah berlalu.

BACA JUGA...  Pj Walikota Lhokseumawe Minta Warga Kibarkan Bendera Sebulan Penuh

Pada saat di wawancarai awak media mengenai kedekatan Polem dengan Irwandi Yusuf, dirinya secara spontan menjawab, tanyakan saja langsung kepada Irwandi Yusuf atau keluarganya, ada kak Dar, Bang M, Dan Teguh anaknya dan mereka tau posisi saya.

“Mengenai sikapnya melakukan manuver politik, menanggapi isu bergabungnya PNA dalam KAB Jilid II ini. Polem menjawab, hal itu dia lakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral selaku tim pendukung Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah bersama relawan dan partai koalisi lainnya,” tutup Polem Muda Ahmad Yani selaku Ketua Umum DPP Forkab Aceh. (Ahmad Fadil)

Berita Terkait

Dana Bencana Rp51,6 Miliar di Aceh Selatan Diduga Langgar Aturan 
Wabup Asel Jabat Ketua PMI
Maulid di Alue Gadeng Meriah, Pemuda Perantauan Turut Berkontribusi
Tarmizi Age Minta BPK Audit SKPA
Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
Anto Genk Apresiasi SPS Workshop Series: AI Jadi Peluang Baru
Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 20:41 WIB

Dana Bencana Rp51,6 Miliar di Aceh Selatan Diduga Langgar Aturan 

Jumat, 25 September 2026 - 07:37 WIB

Wabup Asel Jabat Ketua PMI

Kamis, 24 September 2026 - 21:24 WIB

Maulid di Alue Gadeng Meriah, Pemuda Perantauan Turut Berkontribusi

Kamis, 24 September 2026 - 17:36 WIB

Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh

Kamis, 24 September 2026 - 16:53 WIB

Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

Kongres PSSI Aceh Dipersoalkan Sejumlah Voters

Sabtu, 26 Sep 2026 - 11:51 WIB

Wakil bupati Aceh Selatan Baital Mukadis, foto/mediaaceh.co.id.

PEMERINTAHAN

Wabup Asel Jabat Ketua PMI

Jumat, 25 Sep 2026 - 07:37 WIB