Relawan Asal Malaysia Bersihkan Pantai Aceh

Sabtu, 6 Juli 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Empat relawan dari negeri jiran Malaysia melakukan aksi bersih pantai Aceh. Kempat orang relawan itu adalah, dari Volunteering Trip Malaysia (VTM) dan Malaysia Outreach Volunteer Experience (MOVE), Mohd Khairul Zhafran Bin Abdul Wahid (President of VTM), Nur Ayuni Binti Mazlan (VTM), Syed Zainal Abidin Bin Jamallulail (President of MOVE) dan Muhammad Syukri Bin Abd Hakim (Relawan Malaysia).
“Kegiatan yang mengangkat tema “SAVE THE BEACH ACEH” itu, dilaksanakan di dua pantai Aceh Besar, seperti Lhokme dan Babah Dua, Lhoknga,” ungkap Ketua delegasi Nur Ayuni, dalam siaran persnya kepada media mediaaceh.co.id, Jum’at 5 Juli 2019.
Selain relawan dari Malaysia, proyek ini juga melibatkan komunitas dari Aceh, Kaki Lasak yang di wakili oleh Akmal dan Yaser, Earth Hour Aceh oleh Nuratul Faizah dan kawan kawan, serta Persatuan Kebangsaan Pelajar-pelajar Malaysia di Indonesia (PKPMI) cabang Aceh.
Nur Ayuni juga mengatakan, project “SAVE THE BEACH ACEH” ini dilakukan dengan bersama-sama membersihkan pantai Aceh. Pada kesempatan kali ini, dilakukan di pantai Lhokmee dan Pantai Babah Kuala, Lhoknga.
“VTM sendiri adalah, sebuah lembaga yang berkedudukan di Malaysia yang menampung para relawan untuk menjalankan misi bantuan ke luar negara. Salah satu negara yang menjadi tujuan para relawan adalah Indonesia. Aceh sendiri merupakan lokasi pertama diselenggarakannya misi Save the Beach VTM ini,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengharapkan, dengan adanya projek ini, akan menumbuhkan inspirasi dan kesadaran anak-anak muda Aceh, tentang pentingnya menjaga ekosistem bumi.
“Kita mengajak semua pihak untuk melindungi dan melestarikan lingkungan kita, karena jika bukan kita siapa lagi, jika bukan sekarang, kapan lagi,” tutup Nur Ayuni. (Ahmad Fadil)
BACA JUGA...  Terkait Dugaan Penganiayaan Mantan Kadus Paya Dua, Ini Faktanya

Berita Terkait

Posko PT Atakana Rusak, Sengketa Agraria Diminta Tempuh Jalur Hukum
SWI Aceh Barat Dapat Apresiasi di Festival Literasi
Banjir Terus Mengancam
Upah Belum Dibayar, Pekerja: Kami Kekantor Tapi Tidak Ditanggapi 
Maulid di Alue Gadeng Meriah, Pemuda Perantauan Turut Berkontribusi
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
Anto Genk Apresiasi SPS Workshop Series: AI Jadi Peluang Baru
PSI Aceh: Jangan Viralkan Identitas Anak di Ruang Digital

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:00 WIB

Posko PT Atakana Rusak, Sengketa Agraria Diminta Tempuh Jalur Hukum

Minggu, 27 September 2026 - 19:34 WIB

SWI Aceh Barat Dapat Apresiasi di Festival Literasi

Sabtu, 26 September 2026 - 20:27 WIB

Banjir Terus Mengancam

Sabtu, 26 September 2026 - 20:15 WIB

Upah Belum Dibayar, Pekerja: Kami Kekantor Tapi Tidak Ditanggapi 

Kamis, 24 September 2026 - 21:24 WIB

Maulid di Alue Gadeng Meriah, Pemuda Perantauan Turut Berkontribusi

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

Hasil Forensik Jadi Kunci Penyelidikan Kematian MRF

Senin, 28 Sep 2026 - 15:36 WIB

Ilustrasi

PEMERINTAHAN

Murdhani: Tanah Adat dan Tanah Garapan Punya Dasar Hukum Berbeda

Senin, 28 Sep 2026 - 07:58 WIB

NEWS FEATURE

400 Sertipikat PTSL Diserahkan di Bendahara

Minggu, 27 Sep 2026 - 22:06 WIB

RAGAM BERITA

SWI Aceh Barat Dapat Apresiasi di Festival Literasi

Minggu, 27 Sep 2026 - 19:34 WIB