Pejudo Nasional Sambangi Sekretariat PP PORA 2018

Selasa, 16 Oktober 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Jantho (ADC) Atlet judo asal Aceh yang sedang viral karena dilarang bertanding pada cabang blind judo kelas 52 kg klasifikasi low vission di arena Asian Para Games 2018, Miftahul Jannah menyambagi Sekretariat Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII Aceh Besar di Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa, 16 Oktiber 2018 pagi.

Pejudo kelahiran Mon Alue, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, hadir ke Sekretariat PORA Aceh Besar untuk silaturahmi bersama manejernya yang juga Wakil Ketua KONI Aceh Barat Daya (Abdya) Alamsyah Putra disambut Ketua Umum Panitia Penyelenggara (PP PORA) XIII yang juga Sekdakab Aceh Besar Drs Iskandar MSi, Ketua Harian PP PORA yang juga Kadisparpora Aceh Besar Ridwan Jamil SSos MSi dan juga Sekum PP PORA Teuku Dahsya K Putra. Begitupun, secara bersamaan, Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali, dan sejumlah kepala SKPK sedang di Gedung Dekranas/ Sekretariat PP PORA XIII dalam acara Rakor Program KOTAKU Aceh Besar.

BACA JUGA...  Prediksi Roma vs Brighton, Europa League 8 Maret 2024

Kehadiran Miftahul Jannah sekitar pukul 10.30 WIB di Sekretariat PP PORA XIII mendapat sambutan meriah dari peserta Rakor KOTAKU dan pegawai sekretariat PORA.

Pada kesempatan itu, Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali menyampaikan kepada Miftah bahwa Aceh Besar pada bulan depan akan dilaksanakan event Olahraga tingkat propinsi Aceh yaitu Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII dimana yang menjadi tuan rumah tahun ini adalah Aceh Besar.

Dikesempatan itu pula, Mawardi Ali menyerahkan baju PORA secara simbolis dan langsung dikenakan Miftah sebagai hadiah saat mengunjungi Kantor Sekretariat PORA XIII.

BACA JUGA...  Prediksi Grenoble vs Guingamp, Ligue 2 Prancis 31 Maret 2024

“Saya atas nama pemerintah dan masyarakat Aceh Besar, sangat bangga atas keteguhan sikap Miftahul Jannah untuk tetap mempertahankan hijab saat bertanding di Asian Para Games lalu. Soal syariat tak ada kompromi, bahkan Aceh Besar juga satu-satunya daerah yang mengharuskan pramugari berjilbab saat memasuki bandara Sultan Iskandar Muda ,” pungkasnya.

Menurut Mawardi, Pemkab Aceh Besar akan memberikan penghargaan dan apresiasi khusus untuk Miftahul Jannah pada tanggal 28 Oktober 2018 bertepatan dengan apel hari sumpah yang akan digelar di Kota Jantho.

“Semoga nanti menjadi motivasi bagi para atlet lainnya,” katanya.

Sementara itu, Miftah merupakan gadis kelahiran Mon Alue, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar dimana ibunya berasal dari Indrapuri, ayahnya berasal dari Aceh Selatan. Miftah juga sekolah di Sekolah SDLB Aceh Besar, SMPLB Aceh Besar, dan SMLB . Miftah juga pernah mengikuti beberapa event olahraga seperti pelatnas judo,

BACA JUGA...  Prediksi Jeju United vs Seoul, K-League 6 Juli 2024

Miftah mengatakan, dirinya teguh tidak melepas jilbab bukan hanya karena daerah Aceh yang menerapkan syariat Islam akan tetapi karena memang sudah dari bawaan sejak kecil.

“Masak kita harus melepaskan hijab hanya sekejab dengan sekejab mata hanya semata-mata karena lomba dan prestasi, ” ujar Miftah singkat.

Menurut Miftah, sebelumnya ia tidak mengetahui kalau ada peraturan tidak boleh mengenakan hijab saat pertandingan di cabang olahraga judo dan ia mengetahuinya sore sekitar pukul 18.00 WIB seusai pelatih mengikut tehnical meeting.

” Hijab merupakan pakaian yang telah melekat sekaligus anjuran agama, makanya tetap saya pertahankan walau harus keluar dari pertandingan,” demikian pungkas Miftahul Jannah. (ril)

Berita Terkait

Laycar Championship 2026 Resmi Bergulir, KSMI Aceh Gas Pol Bangun Sepakbola Mini
KSMI Aceh Menguat, KONI Sebut Sepakbola Mini Punya Prospek Besar
Santri Championship 2026, Perburuan Tiket Aceh ke Depok Dimulai
Muktarrudin Usman Nahkodai KSMI Aceh, Tekad Kembangkan Sepakbola Mini
Perkuat Persahabatan Asia, Myanmar Bergabung 
Aceh Timur Tumbangkan Lhokseumawe di GSI Aceh 
KSMI Perketat Usia Pemain 
Tak Boleh Ada Pemain Profesional di Liga Santri 2026

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Laycar Championship 2026 Resmi Bergulir, KSMI Aceh Gas Pol Bangun Sepakbola Mini

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:23 WIB

KSMI Aceh Menguat, KONI Sebut Sepakbola Mini Punya Prospek Besar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Santri Championship 2026, Perburuan Tiket Aceh ke Depok Dimulai

Jumat, 25 September 2026 - 07:51 WIB

Muktarrudin Usman Nahkodai KSMI Aceh, Tekad Kembangkan Sepakbola Mini

Rabu, 23 September 2026 - 11:05 WIB

Perkuat Persahabatan Asia, Myanmar Bergabung 

Berita Terbaru

Dalam rangka peringatan HUT TNI ke-81, TNI AL. Lakukan pengobatan gratis terhadap warga.

EDUKASI

TNI AL dan Mubadala Energy Hadir untuk Warga

Kamis, 8 Okt 2026 - 23:04 WIB

Pertemuan Bupati Aceh Utara Ayah Wa dengan para ulama kharismatik saat membahas peringatan HSN Tahun 2026 di Aceh Utara, Kamis, (8/10).

PEMERINTAHAN

Persiapan HSN 2026, Ayah Wa Gandeng Ulama 

Kamis, 8 Okt 2026 - 22:52 WIB