YARA Desak Kepala PT KAI Copot Jabatan Manager Wilayah Langsa

Rabu, 29 Januari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa (MA)- Direktur Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Muhammad Zubir, SH meminta kepada Kepala PT. KAI (Kereta Api Indonesia) Regional Sumatera Utara untuk mencopot Jimmy Oscar sebagai Manager PT. KAI wilayah Langsa.

Permintaan ini disampaikan Zubir, karena Oscar tidak melayani masyarakat dengan baik dan dia juga tidak tau bahwa PT. KAI itu badan Publik seperti yang tertuang dalam Pasal 1 ayat 3 Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BACA JUGA...  Melalui TMMD Ke-102,Wujudkan Impian Masyarakat Bah Sorma

“Badan Publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, atau organisasi nonpemerintah sepanjang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri,” ungkap Zubir.

Oscar memperlakukan masyarakat yang datang ke kantor PT. KAI wilayah Langsa dengan semena-mena, bahkan melebihi kewenangannya yaitu ingin mengusir masyarakat dari kantor ketika terjadi perdebatan antara masyarakat dengan dirinya mengenai masalah di lapangan yang dibawa masyarakat. Seolah-olah itu kantor pribadi dia.

BACA JUGA...  Tim Usir Wartawan Dan Petinggi YARA, Riefky Harsya Akhirnya Minta Maaf

Masyarakat datang membawa masalah tanah rel kereta yang bersebelahan dengan tanah warga, agar dapat difungsikan sebagaimana mestinya, namun tidak ditanggapi dengan baik oleh oscar.

“Kami minta oscar di copot sebagai Manager PT. KAI Langsa, karena dia belum layak menjabat posisi itu, dia sangat emosional, kami sangat kecewa dengan perilaku Oscar ini, seharusnya dia sebagai pimpinan bisa lebih arif dan bijaksana dalam melayani masyarakat dan memberikan solusi, bukan dengan cara emosional,” tegas Zubir.

BACA JUGA...  Nenek Hasanah : Terima Kasih Tentara,Saya Doakan Pak Dandim Cepat Jadi Jenderal !dalam Program TMMD

Oleh karena itu Zubir berharap, agar kedepannya Manager yang ditunjuk akan mampu membawa Panji PT. KAI wilayah Langsa ke arah yang lebih baik, serta mampu memberikan solusi kepada masyarakat mengenai permasalahan lahan rel kereta api di kawasan tersebut dan tidak arogansi. (R)

Berita Terkait

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok
Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:25 WIB

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:37 WIB

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB