Terkait Bendera Alam Peudeung, Forkab Sabang Angkat Bicara.

Rabu, 31 Juli 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Forkab Sabang, Amrul. Foto: Jalal.

Ketua Forkab Sabang, Amrul. Foto: Jalal.

Sabang (ADC) – Terkait dua versi terhadap keberadaan Bendera Alam Peudeung (Alam Pedang) dan Bendera Bulan Bintang, Ketua Forum Komunikasi Anak Bangsa Aceh (Forum Aceh) Kota Sabang, Amrul angkat bicara.

Menurut Amrul, apa yang diperbincangkan sejumlah pihak atas keberadaan Bendera Alam Peudeung dan Bulan Bintang tidak perlu diperdebatkan, karena kedua Bendera merupakan sebuah lambang yang menjadi indetitas bagi Aceh.

“Dalam sejarah sudah jelas bahwa Bendera Alam Peudeung sebagai lambang sah bagi bangsa Aceh, kemudian Bendera Bulan Bintang disebut sebagai Bendera penyemangat perang bagi orang Aceh, pada zaman dahulu ketika melawan musuh,” kata Amrul.

Bendera alam peudeng yang di usung menjadi Bendera Aceh. Foto: ist

 

Oleh sebab itu lanjut Amrul, apa yang didengungkan yang katanya pihak wakil Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah mengsahkan Bendera Alam Peudeung, sebagai Bendera yang sah dan diakui, masyarakat tidak perlu ambil pusing.

BACA JUGA...  Badan Intelijen Negara Bantah Batalkan Deklarasi Anies di Berbagai Daerah

Pasalnya, dimana pun di dunia ini setiap negara hanya memiliki satu Bendera, tidak ada dalam sebuah negara dikibarkan dua Bendera. Termasuk negara kita Indinesia, hanya Sangsaka Merah Putih lah sebagai lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk itu, masyarakat perlu mempersoalkan tentang ada dua versi Bendera Aceh yang diperdebatkan, karena sendiri berada dalam bingkai Negara Republik Indonesia, yang berkibar Bendera Merah Putih sebagai lambang negara yang berdasarkan Undang-undang Dasar 1945.

“Memang ada sebagian masyarakat Aceh menganggap Bendera Aceh Bulan Bintang itu, sebagai Bendera Kerajaan. Padahal menurut cacatan sejarah Bendera Aceh yang diakui adalah Bendera Alam Peudeung maka, timbul lah dua versi yang berbeda,” ungkapnya.

BACA JUGA...  Sesali Sikap Medco, Rafli Kande Semangati Pejuang SMK 1 Nurussalam

Pun begitu, sebagai bangsa negara yang baik kita tidak boleh melupakan sejarah maka, kita harus mengakui keberadaan Bendera Alam Peudeung yang pernah berkibar di bumi Aceh pada masa lalu. Artinya, selaku masyarakat Aceh kita dukung keberadaan Bendera Alam Peudeung sebagai simbol Aceh., imbuhnya.

Sejarah sendiri dalam beberapa catatan menyebutkan, bahwa Bendera Aceh yang diakui sebenarnya adalah Bendera Alam Peudeung yang berbentuk dua Pedang (Peudeung). Seperti disampaikan sejumlah pakar sejarah Aceh.

Dalam sejarah disebutkan, bahwa Bendera Alam Peudeung merupakan lambang Aceh yang asli. Artinya, bukan Bendera Bulan Bintang yang diperbincangkan oleh banyak orang termasuk wakil rakyat yang duduk di parlemen Aceh.

Bahkan, secara luas diceritakan Bendera berwarna merah dengan lambang Bulan Bintang dan pedang On Jok (Daun Aren), merupakan pedang khas Aceh yang berbentuk Daun Aren terletak melintang di bawah lambang Bulan Bintang.

BACA JUGA...  Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 

Bendera Alam Peudeung sendiri dalam bahasa Aceh bermakna, “Alam” yang berasal dari bahasa Arab berarti Bendera dan “Peudeung” atau pedang. Bendera ‌Alam Peudeung merupakan Bendera Kerajaan Aceh Darussalam berdasarkan catatan sejarah yang ditulis oleh Belanda. Akan tetapi, belum ada catatan dalam sejarah dan fakta yang jelas menggambarkan wujud aslinya.

Seperti diketahui buku yang bergambar Bendera Aceh di masa Kerajaan Aceh Darussalam berjudul “Alam Atjeh” terdapat syair berbahasa Aceh yang berbunyi, “Di Aceh Na Alam Peudeung, Cap Sikureung Bak Jarou Raja (Di Aceh Ada Alam Peudeung Ber-Cap Sembilan di Tangan Raja)” Buku tersebut menceritakan kegemilangan sejarah Aceh dimasa lalu.(Jalal)

Berita Terkait

DPP PA Gelar FGD, Lukman Hakim: Pentingnya Ideologi Ke Acehan 
Kamalul Pimpin Partai Golkar, Targetkan Enam Kursi dan Rebut Ketua DPRK Aceh Selatan 
PA Sukses Gelar Pendidikan Politik untuk Anggota
Musda Golkar Asel, Kamalul Resmi Mendaftar
Masyarakat Gayo Dorong Pemekaran ALA
Demokrat Aceh Tengah Gelar Donor Darah 
Fitriana Mugie Sambangi Diana Putri Amelia Anggota DPR Aceh dari Partai Golkar
Mohd Amin Kembali Pimpin Golkar Bener Meriah

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:08 WIB

DPP PA Gelar FGD, Lukman Hakim: Pentingnya Ideologi Ke Acehan 

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:30 WIB

PA Sukses Gelar Pendidikan Politik untuk Anggota

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Musda Golkar Asel, Kamalul Resmi Mendaftar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Masyarakat Gayo Dorong Pemekaran ALA

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Demokrat Aceh Tengah Gelar Donor Darah 

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

ORARI Aceh Tamiang Perluas Pos Pantau Bencana

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:16 WIB

Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M. Si.

PEMERINTAHAN

Haili Yoga: MPP Citra Pelayanan Daerah

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:51 WIB