Polisi Bersama PMI Evakuasi Mayat Warga Tionghoa Dari Lantai Tiga

  • Bagikan

 39 total views,  1 views today

Banda Aceh (MA)- Kepolisian Polsek Kuta Alam di bantu Sat Reskrim Polresta Banda Aceh bersama PMI Banda Aceh melakukan evakuasi mayat Abdul Rahman alias Cutung, (83) yang ditemukan telah meninggal dunia dalam posisi tergeletak dilantai tiga rumah miliknya di Jalan Ahmad Yani, No. 53, Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu 29 Januari 2020.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Kuta Alam Iptu Miftahuda Dizha Fezuono, SIK mengatakan, korban ditemukan oleh keluarga dalam posisi sudah tidak bernyawa.

“Pada saat ditemukan oleh salah satu keluarganya bernama Soewandi, kondisi korban dalam keadaan sudah meninggal dunia dilantai tiga dan butuh pertolongan untuk dilakukan evakuasi,” ujar Dizha.

Dizha menceritakan kronologis penemuan mayat tersebut berdasarkan dari keterangan para saksi bahwa korban Cutung sudah dua hari tidak keluar dari rumahnya.

“Saksi Soewandi alias Aan merupakan keponakan korban mendapat kabar dari tetangga korban bernama Koh Amin dan Aken, bahwa korban sudah dua hari tidak terlihat seperti biasa dirumahnya,” tutur Dizha.

Berdasarkan laporan dari keluarga, Kapolsek Kuta Alam bersama personel dan piket Unit Identifikasi Sat Reskrim Polresta Banda Aceh melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis Police Line di sekitar area tersebut.

“Setelah dilakukan olah TKP, korban dinyatakan telah meninggal dunia dalam posisi tergeletak dilantai tiga rumahnya, namun setelah dilakukan pemeriksaan kondisi korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasan, jadi korban meninggal secara wajar dengan faktor usia yang sudah tua,” ungkap Dizha.

Korban saat ditemukan dalam kondisi berpakaian lengkap dan sudah mengeluarkan bau tidak sedap, ini diperkirakan korban sudah lebih dari satu hari meninggal dunia, dan kondisi rumah korban dikelilingi dengan teralis besi, hal ini membuat akses evakuasi sulit dilakukan.

Personel Polsek Kuta Alam bersama petugas dari PMI Banda Aceh didampingi pihak keluarga membawa jenazah korban ke rumah sosial yang berada di jalan Aneuk Galong, Gampong Mulia, Banda Aceh, dan menolak untuk dilakukan Visum Et Revertum serta otopsi terhadap jasad korban Abdul Rahman.

“Salah satu keluarga korban bernama Soewandi membuat surat pernyataan keberatan untuk di lakukan visum dan otopsi serta ditanda tangani diatas materai,” pungkas Kapolsek Kuta Alam.

Rencana keluarga, jasad korban akan dikebumikan besok siang, Kamis 30 Januari 2020 di pemakaman umum Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. (R)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...