Pemerintah Akui Banyak Anak SD Desa Tertinggal Tak Bisa Baca

Kamis, 27 Februari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut banyak siswa sekolah dasar tingkat pertama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar belum bisa baca. Akibatnya mereka sulit mengikuti pelajaran di tahap selanjutnya dan harus tinggal kelas.

“Ketika kelas satu SD anak-anak diajarkan [belajar dengan] membaca dan sebagainya. Itu anak-anak tidak bisa melakukan,” tutur Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud Awaluddin Tjalla di Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (26/2).

Ia menjelaskan hal ini terjadi karena kapasitas buku untuk anak-anak kelas awal di wilayah tersebut masih terbatas. Selain itu, kemampuan guru menyampaikan materi kepada siswa juga jadi persoalan.

BACA JUGA...  Tri Astuti : Disabilitas Bukan Kaum Marginal

Kemampuan literasi jadi salah satu poin yang akan diujikan saat asesmen kompetensi minimum yang digagas Mendikbud Nadiem Makarim. Peringkat literasi Indonesia sendiri masih buruk. Berdasarkan studi oleh Central Connecticut State University (CCSU), Indonesia hanya menduduki peringkat 60 dari 61 negara dalam hal minat literasi.

Awaluddin menilai persoalan literasi di daerah tertinggal bukan hanya perkara minat membaca anak. Dia kembali menekankan pentingnya juga buku yang masih kurang. Menyiasati itu, kata dia, Kemendikbud mengajak Pemerintah Australia untuk mencari solusi agar siswa di daerah tidak sering tinggal kelas.

BACA JUGA...  Baru Dilantik, Nazaruddin Abdullah Gelar Rapat Perdana Bersama Dosen IAIA Aceh 

Salah satunya adalah membuat eksperimen dengan membangun taman bacaan di beberapa daerah seperti Sumatera Barat, Kalimantan Utara dan Jawa Barat. Siswa didorong membaca buku di sana sepulang sekolah.

“Terlihat bahwa di Sumatera Barat, misalnya, itu meningkatkan literasi. Memudahkan anak-anak mengikuti pelajaran kelas satu, dua dan tiga,” tuturnya.

Selain itu guru juga membantu siswa mengerti bahan pelajaran dengan menggunakan bahasa daerah. Dari situ, diharapkan siswa tidak lagi kesulitan mengikuti pelajaran.

Perkara payung hukum, menurut Awaluddin juga perlu diperhatikan. Ia menyebut implementasi UU No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan perlu diperbaiki. Penilaian ini berkaca pada penerbitan buku-buku yang materinya tak sesuai Pancasila dan berbau radikalisme.

BACA JUGA...  Gubernur Tinjau Dayah Perbatasan Dan Penuhi Semua Permintaan

Sedangkan soal kurikulum yang diminta Nadiem untuk dikembangkan, Awaluddin mengatakan pihaknya sudah ada gambaran konsep.

Kurikulum bakal disusun agar siswa bisa beradaptasi di dunia kerja dan kemajuan masa depan. Namun ia belum memaparkan implementasi konkret dari hal tersebut.

Awaluddin hanya menjawab bahwa Kemendikbud dengan menggelar studi banding kurikulum negara lain seperti Australia, Finlandia dan Korea Selatan.

“Itu memang dijadikan acuan, tapi dalam perkembangan kurikulum kita mengacu pada Pancasila,” ujar dia. (deco)

Berita Terkait

DPP Partai Aceh Gelar Pendidikan Politik, Cetak Kader Tangguh Ideologi
Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar
Rahmatsyah Tunjuk Henny Mahera Siregar Sebagai Plh SMAN 1 Simpang Ulim
Pasca Demonstrasi di SMAN 1 Simpang Ulim, Kacabdin: Kita Tunjukkan Plh
Teuku Kamaruzzaman Kembali Pimpin IKAKUM USK 2026–2031
DPP PA Gelar FGD, Lukman Hakim: Pentingnya Ideologi Ke Acehan 
PA Sukses Gelar Pendidikan Politik untuk Anggota
Muhammad Johan Mengikuti Wisuda S3 di UPI Bandung dengan Predikat Cumlaude 

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:16 WIB

DPP Partai Aceh Gelar Pendidikan Politik, Cetak Kader Tangguh Ideologi

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Rahmatsyah Tunjuk Henny Mahera Siregar Sebagai Plh SMAN 1 Simpang Ulim

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Pasca Demonstrasi di SMAN 1 Simpang Ulim, Kacabdin: Kita Tunjukkan Plh

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Teuku Kamaruzzaman Kembali Pimpin IKAKUM USK 2026–2031

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asel HMW (pakai rompi)  didampingi Sekdakab Diva Samudra Putra dan Dandim 0107/Asel Letkol (Inf) Andrino Lubis menjelaskan tentang penanganan banjir di Trumon, Jumat, (30/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:24 WIB