Medya Hus Bekali Peserta Kemah Seniman Ke – 3

Senin, 29 Oktober 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LHOKNGA, AP – Seniman Tradisi Aceh Medya Hus membekali peserta Kemah Seniman Ke – 3 Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Aceh Besar di Lhoknga. Seniman yang populer dengan syair spontanitasnya ini disambut antusias peserta di hari terakhir pelaksanaan Kemah Seniman ini, Minggu (28/10/2018) sore. Sebagai pemateri, Medya Hus dalam paparannya mengajak para peserta untuk mencintai seni tradisi dan mengenalnya lebih jauh seni dan budaya Aceh.

Menurut dia, seni tradisi merupakan identitas seni Aceh yang hampir punah di makan zaman, sebab itu perlu digalakkan kembali kepada para generasi muda terutama di gampong-gampong yang ada di Aceh Besar. “Apalagi di Aceh Besar ada kesenian khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh kabupaten lain di Aceh. Contohnya tari Likok Pulo dan Ratoh Taloe ini perlu diajarkan agar tidak punah,” ujar Syeh yang juga bisa membawakan syair spontanitas dalam bahasa Indonesia ini.

BACA JUGA...  Sistem Pengendalian dan Monitoring Wujudkan Pembangunan Yang Efektif dan Efisien

Syeh Medya menjelaskan melalui sanggar Seueng Samlakoe yang ia pimpin selama ini fokus pelestarian seni tradisi Aceh seperti Ca’e Aceh, Seumapa, Ratoh, Nazam dan Hikayat. Selain pengembangan seni tradisi grupnya juga punya anggota yang bisa mementaskan Cagok (lawak-red) Aceh yang sudah tampil di berbagai pementasan di seluruh Aceh.

Seni tradisi ini sebutnya perlu diregenerasi secara terus menerus, terutama kepada para anak muda supaya jangan salah kaprah. Jika hal ini tidak dilakukan, para generasi Aceh selanjutnya tidak akan mengenal lagi mana seni tradisi dan mana kreasi baru. Sebab itu, ia mengajak para peserta Kemah Seniman bisa mengenalkan kembali seni ini secara menyeluruh kepada masyarakat di gampong-gampong yang ada di Aceh Besar.

“Ketua sanggar kecamatan yang baru terpilih dalam kegiatan kemah seniman harus bisa menghidupkan kembali seni tradisi ini dan kami siap menfasilitasi nya,” tegas Medya Hus.

BACA JUGA...  DPD RAMPAS Setia 08 Aceh Barat Minta Prabowo Kembalikan Status Pulau di Aceh

Dalam kesempatan itu, Medya Hus mengungkapkan bahwa masyarkat Aceh saat ini harus bisa menempatkan seni yang dipentaskan sesuai dengan kebutuhannya.

“Jangan ketika ada orang meninggal kita menyanyikan syair bahagia dan ketika ada orang pesta kita menyanyikan syair kesedihan. Sesuaikan dengan tempat dan kondisinya,” ujar Medya Hus lagi.

Di samping itu dialek bahasa Aceh yang benar juga perlu dikenalkan kembali kepada para generasi muda. Ia berharap pemuda dan pemudi Aceh tidak malu berbahasa Aceh, karena sebutnya bahasa menunjukkan bangsa. Selama ini, Ia merasa bangga bisa melestarikan seni budaya ini bagi masyarakat luas.

“Saya sebagai salah satu pemangku adat di Aceh juga terus berupaya mensosialisasikan hal ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap adat istiadat dan kebudayaan Aceh ini” sebutnya.

BACA JUGA...  Satgas Bencana BUMN Aceh Salurkan Bantuan PT PIM

Dirinya menyebutkan Aceh Besar memiliki banyak sumber daya seni yang bisa dikembangkan. Terlebih Aceh Besar punya Dewan Kesenian yang selalu aktif menggelar kemah seniman ini tiap tahun sebagai bentuk pelestarian seni budaya. Ia berharap pengurus DKA Aceh Besar ke depan bisa terus menggali potensi-potensi yang ada di gampong-gampong, termasuk dalam hal pembinaan sanggar kecamatan.

Ketua Panpel Kemah Seniman Ke 3 DKAB, Mariadi ST MM, mengatakan Kemah Seniman 2018 ini diikuti 100 peserta utusan dari 23 kecamatan yang berlangsung selama 3 hari di Lhoknga mulai 26 hingga 28 Oktober 2018 dan dibuka oleh Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali, Jumat (26/10/2018) malam. “Pemateri selain Medya Hus juga kami hadirkan dari unsur Forkopimda Aceh Besar, Ketua DKA Provinsi Aceh, dan sejumlah pakar seni,” demikian Mariadi.(r)

Berita Terkait

Sengketa Lahan Bumi Flora Kembali Memanas
FOSKADJA Resmi Bentuk Kepengurusan Baru Masa Bakti 2026-2029
Posko PT Atakana Rusak, Sengketa Agraria Diminta Tempuh Jalur Hukum
SWI Aceh Barat Dapat Apresiasi di Festival Literasi
Banjir Terus Mengancam
Upah Belum Dibayar, Pekerja: Kami Kekantor Tapi Tidak Ditanggapi 
Maulid di Alue Gadeng Meriah, Pemuda Perantauan Turut Berkontribusi
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:49 WIB

Sengketa Lahan Bumi Flora Kembali Memanas

Senin, 28 September 2026 - 22:19 WIB

FOSKADJA Resmi Bentuk Kepengurusan Baru Masa Bakti 2026-2029

Minggu, 27 September 2026 - 20:00 WIB

Posko PT Atakana Rusak, Sengketa Agraria Diminta Tempuh Jalur Hukum

Minggu, 27 September 2026 - 19:34 WIB

SWI Aceh Barat Dapat Apresiasi di Festival Literasi

Sabtu, 26 September 2026 - 20:27 WIB

Banjir Terus Mengancam

Berita Terbaru

OPINI

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:56 WIB

Aksi masyarakat di PT Bumi Flora Aceh Timur.

PERISTIWA

Sengketa Lahan Bumi Flora Kembali Memanas

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:49 WIB

Keterangan foto: Sejumlah kardus berisi barang yang disebut sebagai alat kesehatan milik rekanan terlihat ditumpuk dan ditutup terpal di halaman RSUD Kota Sabang, Senin (28/9/2026).

NANGGROE

Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang

Selasa, 29 Sep 2026 - 15:42 WIB