IMASKER Tolak Pembangunan PLTA di Subulussalam

Rabu, 31 Juli 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam (ADC)- Ikatan Mahasiswa Kecamatan Rundeng (IMASKER), menolak dengan tegas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Subulusalam. Hal itu dikarenakan, banyak yang harus di pertimbangkan dalam pembangunan PLTA tersebut.

Penegasan ini disampaikan Wakil Ketua  umum IMASKER, Ali Akbar Solin, melalui pesan WhatsApp  kepada media mediaaceh.co.id, Rabu 31 Juli 2019.

Ali Akbar mengatakan, dasar dari penolakan pembangunan PLTA ini dikarenakan, untuk membangun pusat listrik berkapasitas besar dibutuhkan lahan yang sangat luas, sehingga dikhawatirkan dapat berdampak kepada terganggunya ekosistem sungai yang disebabkan imbas dari pembangunan bendungan dikawasan tersebut.

BACA JUGA...  Akibat Cabul di BRA, Fakhrurrazi Yusuf Diacam 7 Tahun Penjara

Selain itu, ia juga menjelaskan, berdasarkan gambar, letak pembangunan PLTA itu juga masuk dalam kawasan hutan lindung,  sehingga akan berdampak terhadap ekosistem di dalam hutan. Apalagi pembangunan PLTA itu, membutuhkan lahan yang sangat luas untuk membangun pusat listrik berkapasitas besar.

“Oleh karena itu, kami dari Ikatan Mahasiswa Kecamatan Rundeng, menolak sepenuhnya pembangunan PLTA Subulusalam,” tegas Wakil Ketum IMASKER.

Saat ini, pemakaian listrik di Subulusalam, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) sejak April lalu, Gardu Induk (GI) sudah beroperasi dengan Kapasitas Daya 30 Mega watt (Mw). Sementara itu, kebutuhan daya khusus di Subulusalam hanya 6.2 Mw, saat beban puncak. Jadi intinya, pasokan listrik dari GI Subulusalam masih surplus, karena tidak di serap sepenuhnya dari jumlah 30 Mw.

BACA JUGA...  Naila Tazkia Siswi SMP Negeri 2 Seunuddon Lolos ke OSN Tingkat Nasional

Ali Akbar juga menambahkan, terkait dengan pembangunan PLTA di Subulussalam, kami rasa tidaklah terlalu bermanfaat, yang ada hanya akan berdampak terjadinya peningkatan emisi yang terbilang tinggi. Selain itu juga, disekitar area waduk terdapat keramba jaring apung, sehingga habitat satwa pun akan terisolasi dampak dari pembangunan bendungan tersebut.

“Jika memang tetap akan dilakukan pembangunan PLTA ini, kami dengan tegas tetap menolaknya. Karena selain dapat mengganggu ekosistem di perairan Lae Souraya yang selama ini menjadi mata pencaharian masyarakat Kecamatan Rundeng dari zaman batu hingga kini, Lae Souraya juga menjadi salah satu pusat mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat sehari hari,” tutup Wakil Ketum IMASKER. (Ahmad Fadil)

BACA JUGA...  Bukhari Kerjakan JUT di Lhok Bringen dan Cot Bada

Berita Terkait

Firdaus Diberhentikan dari Anggota PWI
BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara
Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga
Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan
Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar
Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC
Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 
Rahmatsyah Tunjuk Henny Mahera Siregar Sebagai Plh SMAN 1 Simpang Ulim

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Firdaus Diberhentikan dari Anggota PWI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:06 WIB

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Firdaus Diberhentikan dari Anggota PWI

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:33 WIB

Wakil bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang saat mengikuti pertemuan pemetaan wilayah banjir dan longsor bersama BPBD Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:06 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM

PEMERINTAHAN

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:31 WIB