Peringati Tragedi Simpang KKA, Aktivis Pegiat HAM Tuntut Keadilan Bagi Para Korban

Jumat, 3 Mei 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara (ADC)- ” Justice For Aceh,” demikian diserukan oleh salah seorang Aktivis pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) Musliadi Salidan di tengah massa Aksi Memorial Peringatan Tragedi Simpang KKA yang digelar di depan Tugu Monemen Korban Simpang KKA, Jalan Medan – Banda Aceh, tepatnya di Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Jum’at 3 Mei 2019.

Seperti aksi-aksi sebelumnya, peserta aksi adalah kumpulan mahasiswa dari berbagai fakultas peguruan tinggi yang ada di Aceh Utara, ikut bergabung masyarakat serta forum keluarga korban tragedi simpang KKA (FK2T-SP. KK)

BACA JUGA...  Presiden Terbitkan Perppu Kekerasan Seksual Terhadap Anak

“Aksi dilakukan dalam bentuk doa bersama serta penyampaian orasi yang berisi tuntutan keadilan bagi para korban.”

Sebagian dari peserta aksi, membawa alat peraga aksi yang bertuliskan “Stop impunitas”, tuntaskan pelanggaran HAM di masa lalu. “Spanduk ini, menjadi penegas harapan mereka agar kasus-kasus HAM yang sebelumnya terjadi, dapat dituntaskan dan tidak terulang lagi ke depannya,” demikian ujar Musliadi Salidan selaku penangung jawab aksi

BACA JUGA...  Yuyun Armia Bawa Semangat Pemberdayaan UMKM Aceh Tamiang ke Rakernas Dekranas

Selain itu, Musliadi juga menyampaikan, peristiwa Simpang KKA yang terjadi 3 Mei 1999 silam, merupakan salah satu peristiwa pelanggaran HAM berat yang terjadi pada masa Operasi Militer di Aceh.

“Koalisi NGO HAM Aceh mencatat sedikitnya 46 warga sipil tewas, 156 mengalami luka tembak, dan 10 orang hilang dalam peristiwa itu. Tujuh dari korban tewas tersebut, adalah anak-anak,” ungkap Musliadi.

BACA JUGA...  Tgk. Miswar Ibrahim Njong Terpilih Sebagai Nahkoda RTA

Atas kejadian itu, negara perlu bertanggung jawab dan menghentikan impunitas yang selama ini terjadi. “Kita berharap, Presiden terpilih nanti, juga bisa menjalankan amanah konstitusional dalam menyelesaikan persoalan ini,” pintanya.

Memang secara politik, kita sudah berdamai 14 tahun yang lalu, namun luka akibat perang itu, belum juga disembuhkan. Lantas dimana keadilan, tidak ada perdamaian yang hakiki tanpa kehadiran keadilan,” tutup Aktivis pegiat HAM ini. (Ahmad Fadil/Rel)

Berita Terkait

Polres Asel Peringati Hari Kesaktian Pancasila 
FOSKADJA Resmi Bentuk Kepengurusan Baru Masa Bakti 2026-2029
SWI Aceh Barat Dapat Apresiasi di Festival Literasi
Maulid di Alue Gadeng Meriah, Pemuda Perantauan Turut Berkontribusi
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
Anto Genk Apresiasi SPS Workshop Series: AI Jadi Peluang Baru
Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing
Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Polres Asel Peringati Hari Kesaktian Pancasila 

Senin, 28 September 2026 - 22:19 WIB

FOSKADJA Resmi Bentuk Kepengurusan Baru Masa Bakti 2026-2029

Minggu, 27 September 2026 - 19:34 WIB

SWI Aceh Barat Dapat Apresiasi di Festival Literasi

Kamis, 24 September 2026 - 21:24 WIB

Maulid di Alue Gadeng Meriah, Pemuda Perantauan Turut Berkontribusi

Kamis, 24 September 2026 - 16:53 WIB

Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak

Berita Terbaru

NANGGROE

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Kamis, 1 Okt 2026 - 22:54 WIB

Wakapolres Asel bersama PJU Polres foto bersama seusai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Aceh Selatan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

RAGAM BERITA

Polres Asel Peringati Hari Kesaktian Pancasila 

Kamis, 1 Okt 2026 - 18:19 WIB

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Tengah, Gunawan Putra,

PEMERINTAHAN

APBK Aceh Tengah Perubahan Tahun 2026 Bertambah 

Kamis, 1 Okt 2026 - 18:09 WIB

NEWS FEATURE

Konflik HGU Aceh Timur Memasuki Fase Kritis

Kamis, 1 Okt 2026 - 11:26 WIB